Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebiasaan Makan yang dapat Mempercepat Penyebaran Kanker Prostat

Jika mereka juga mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung lemak tinggi, yaitu pola makan barat, mereka lebih mungkin menderita jenis kanker prostat yang lebih agresif
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 22 November 2021  |  10:46 WIB
Ilustrasi pria mengalami kanker prostat - Freepik
Ilustrasi pria mengalami kanker prostat - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Paparan bahan kimia yang disebut PFAS (zat perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl) yang dapat Anda jumpai di wadah makanan plastik dan peralatan masak anti lengket, dapat membuat kanker prostat tumbuh tiga kali lebih cepat daripada sel yang belum terpapar bahan kimia berbahaya tersebut, menurut sebuah penelitian terbaru.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients ini meneliti perkembangan penyakit pada tikus yang terpapar PFAS, serta yang tidak terpapar.

Para peneliti menemukan bahwa penyakit ini berkembang paling cepat pada tikus yang terpapar PFAS yang diberi makan makanan tinggi lemak. Artinya, diet yang dimaksudkan untuk meniru diet Barat sebenarnya memperbesar efek berbahaya bahan kimia ini.

Melansir Eat This, Senin (22/11/2021), penulis studi Zeynep Madak-Erdogan mengatakan, lebih dari 99 persen populasi AS sudah memiliki PFAS yang beredar di sistem pencernaan mereka.

Namun, beberapa orang memiliki populasi lebih tinggi dari normal karena paparan pekerjaan, tinggal di daerah yang memiliki air yang terkontaminasi, atau lebih banyak mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan yang terkontaminasi PFAS.

“Jika mereka juga mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung lemak tinggi, yaitu pola makan barat, mereka lebih mungkin menderita jenis kanker prostat yang lebih agresif,” katanya.

Apabila Anda ingin mengubah kebiasaan makan Anda untuk menghindari risiko penyakit ini, Anda dapat melakukan diet Mediterania atau diet Prudent yang menampilkan makanan yang mirip dengan diet Mediterania. Kedua diet ini telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan fungsi kognitif, mengurangi risiko depresi dan bahkan meningkatkan kinerja ereksi.

Asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas California San Francisco Robert Gould mengatakan, paparan PFAS juga dapat menyebabkan merusak hati, kolesterol tinggi, diabetes, berbagai kanker, penyakit tiroid, asma, disfungsi sistem kekebalan tubuh, penurunan kesuburan, serta efek pada perkembangan kognitif dan neuro perilaku anak-anak.

Goul mencatat, cara terbaik untuk melindungi individu dari efek berbahaya ini adalah dengan mengubah kebijakan mengenai penggunaan bahan kimia PFAS dan menghindari bahan berbahaya ini.

Untuk memulainya, Gould menyarankan Anda untuk menghindari peralatan masak anti lengket dan makanan take away dalam wadah plastik atau berlapis plastik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker prostat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top