Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenali Penyebab Kanker Lambung, dari Bakteri hingga Kebiasaan Tidak Sehat

Profesor Zubairi menambahkan, beberapa kelainan lambung yang sudah ada sebelumnya juga tentu tidak bisa dihilangkan. Namun, gaya hidup dan diet bisa diperbaiki.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 18 November 2021  |  18:11 WIB
Ilustrasi sakit perut Blogdoctoroz.com -
Ilustrasi sakit perut Blogdoctoroz.com -

Bisnis.com, JAKARTA – Kanker, penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang abnormal dan tak terkendali , dapat terjadi di bagian tubuh manapun termasuk lambung.
 
Kanker lambung umum terjadi di beberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea, Taiwan dan Cina. Bahkan, kanker lambung menduduki urutan teratas dari berbagai jenis kanker dan merupakan penyebab utama kematian.
 
Untungnya di Indonesia kasus kanker lambung jarang ditemukan dan tidak masuk sebagai 10 besar penyebab kematian. Meskipun begitu, kita tentu perlu waspada dan mengetahui penyebab terjadinya kanker lambung.
 
Profesor Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 mengatakan, ada beberapa hal yang memudahkan seseorang mengalami kanker lambung, yaitu pria, infeksi bakteri  Helicobacter pylori, usia lanjut, merokok, minum alkohol, jarang makan buah dan sayuran,  serta makan makanan yang diasinkan.
 
Sejumlah penyakit lambung juga menjadi faktor risiko, misalnya gastritis atrofik (lambung mengecil), metaplasia usus (perubahan sel usus), polip lambung, dan gastritis hipertrofik tipe tertentu (lambung yang membesar).
 
“Sebagian faktor-faktor tersebut tidak bisa dicegah dan diintervensi. Contohnya usia lanjut dan jenis kelamin laki-laki,” kata profesor Zubairi melalui akun Instagramnya, Kamis (18/11/2021).
 
Profesor Zubairi menambahkan, beberapa kelainan lambung yang sudah ada sebelumnya juga tentu tidak bisa dihilangkan. Namun, gaya hidup dan diet bisa diperbaiki.
 
Sebuah penelitian tahun 2007 di Jepang melaporkan bahwa angka kejadian kanker lambung di Jepang bisa diturunkan.
 
Rupanya, orang Jepang dengan kebiasaan makannya membuat mereka mengonsumsi garam dalam jumlah yang lumayan tinggi, yakni 13,5 gram atau lebih dari satu sendok makan setiap harinya.
 
Lebih lanjut profesor Zubairi menjelaskan, beberapa tahun terakhir ini, konsumsi garam rata-rata penduduk Jepang turun menjadi 11,4 gram setiap hari. Upaya menurunkan konsumsi garam ini dianggap sebagai keberhasilan paling penting di Jepang.
 
Lalu upaya apa yang bisa dilakukan jika disebabkan oleh bakteri?
 
“Saat saya mengikuti konferensi internasional kanker di Jeju, Korea Selatan tahun 2007, bakteri Helicobacter pylori menjadi isu. Bakteri ini diketahui berperan besar memunculkan kanker lambung,” jelas profesor Zubairi.
 
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan obat-obatan yang menekan timbulnya reaksi peradangan akibat bakteri tersebut.
 
Selain itu, upaya pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi buah dan sayuran, serta mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam.
 
“Teri asin dan ikan yang diawetkan dengan diasinkan memang enak di lidah. Tapi, makanan ini racun untuk lambung dan dapat mengakibatkan kanker,” katanya.
 
Apabila Anda bukan perokok dan tidak minum alkohol, pertahankan kebiasaan baik tersebut. Namun, jika Anda adalah keduanya, profesor Zubairi menyarankan untuk mengurangi atau hentikan segera.
 
“Ingat, kebiasaan itu bisa mengakibatkan kanker pada lambung Anda,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker asam lambung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top