Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Novavax Uji Vaksin untuk Tangani Infeksi Varian Omicron

Novavax akan menyiapkan suntikan untuk pengujian dan pembuatan dalam beberapa minggu ke depan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 November 2021  |  06:38 WIB
Vaksin Novavax
Vaksin Novavax

Bisnis.com, JAKARTA - Novavax mengatakan pada hari Jumat (26/11/2021) bahwa pihaknya telah mulai mengerjakan versi vaksin Covid-19 untuk menargetkan varian yang terdeteksi di Afrika Selatan.

Perusahaan akan menyiapkan suntikan untuk pengujian dan pembuatan dalam beberapa minggu ke depan. Suntikan Covid-19 Novavax mengandung versi sebenarnya dari protein lonjakan virus yang tidak dapat menyebabkan penyakit tetapi dapat memicu sistem kekebalan.

Pengembang vaksin tersebut mengatakan telah mulai mengembangkan protein lonjakan khusus berdasarkan urutan genetik varian yang diketahui, B11529.

"Pekerjaan awal akan memakan waktu beberapa minggu," kata juru bicara Novavax, dilansir oleh Channel News Asia.

Saham perusahaan ditutup naik hampir 9 persen pada hari Jumat kemarin. Vaksin Novavax telah menerima persetujuan penggunaan darurat pertamanya awal bulan ini di Indonesia, diikuti oleh Filipina.

Perusahaan telah mengatakan sedang dalam jalur untuk mengajukan persetujuan AS pada akhir tahun. Sejauh ini, Novavax juga telah mengajukan persetujuan dengan European Medicines Agency serta di Kanada.

Produsen obat Jerman BioNTech SE dan Johnson & Johnson juga mengatakan mereka sedang menguji efektivitas vaksin Covid-19 masing-masing terhadap varian baru.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19 Novavax
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top