Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pentingnya Imunisasi Rutin Anak Sebelum Vaksin Covid-19

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) menjelaskan bahwa cakupan imunisasi menurun selama pandemi Covid-19, padahal itu merupakan hal yang penting.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 29 November 2021  |  17:27 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Meningkatnya kasus berbagai wabah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada anak-anak membuat para tenaga kesehatan khawatir dalam melakukan sosialiasi imunisasi. Imunisasi pada anak sangat penting sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.

Hal ini didukung berdasarkan kondisi cakupan imunisasi dan pelaksanaan surveilans PD3I, bersama Subdit Surveilans membuat Surat Edaran terkait dengan Kewaspadaan terhadap KLB PD3I pada Januari 2021 lalu.

Melalui seminar dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dengan tema “Dukungan Multisektoral Untuk kejar Imunisasi”, para tenaga kesehatan merumuskan berbagai dasar masalah yang bisa terjadi jika imunisasi tidak dilakukan.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) menjelaskan bahwa cakupan imunisasi menurun selama pandemi Covid-19, padahal itu merupakan hal yang penting.

“Cakupan imunisasi menurun terlebih pada anak yang imunisasinya terlambat, sekarang ada program LITTLe Ku yaitu Lengkapi Imunisasi Terlambat/Tidak Lengkap Anakku dan masih bisa dikejar keterlambatannya. Imunisasi ini penting terlebih anak-anak sudah mulai masuk PTM,” jelas Piprim.

Pentingnya imunisasi sebelum Covid-19 bukan berarti menganggap vaksinasi tidak penting, melainkan agar imunitas anak terlindungi secara lengkap dan keseluruhan. Covid-19 memang penularannya sangat ganas sehingga mengakibatkan pandemi, namun bukan berarti kita bisa abai dengan penyakit lain.

Selaras dengan Piprim, Ketua UKK Infeksi & Penyakit Tropis IDAI, Anggraini Alam juga menekankan imunisasi rutin pada anak terlebih dahulu dan menjabarkan berbagai penyakit yang bisa saja menyerang anak.

“Ada 13 penyakit yg bisa menjadi wabah di masa pandemi ini yaitu difteri, bull neck, campak, rubella campak jerman yang mengenai janin, cacar air, dan lain-lain. Cara untuk menekan kejadian penyakit-penyakit tadi agar anak Indonesia bisa selamat adalah dengan melakukan imunisasi berdasarksan pedoman saat pandemi agar mengurangi resiko terpapar dari Covid-19,” ujar Anggraini.

Selain tenaga kesehatan, dukungan dari media dan pemuka agama juga diperlukan agar masyarakat lebih memahami pentingnya imunisasi. Media bisa turut membantu untuk mempromosikan imunisasi sedangkan pemuka agama dalam segi pendekatan ke masyarakat  serta sebagai panutan.

Seperti halnya yang dijelaskan oleh Ketua Umum Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.

“Dari segi agama, tokoh masyarakat beragama itu penting. Karena menggunakan bahasa spiritual dan pendekatan agama sehingga masyarakat lebih mengerti,” pungkas Nasaruddin.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imunisasi IDAI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top