Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanda dan Penyebab Kolesterol Tinggi Pada Anak

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan masalah bagi orang-orang dari segala usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kenali penyebabnya.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  17:10 WIB
Kolesterol pada anak bisa saja terjadi bila mengonsumsi makanan yang  tidak sehat atau terlalu banyak mengonsumsi keju - boldsky.com
Kolesterol pada anak bisa saja terjadi bila mengonsumsi makanan yang tidak sehat atau terlalu banyak mengonsumsi keju - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kolesterol identik dengan kondisi yang hanya orang dewasa derita. Sebenarnya, kolesterol tinggi dapat pula diderita oleh anak-anak.

Anak yang memiliki kolesterol bisa mengalami jantung dan meningkatkan risiko terkena stroke di usia muda. Kolesterol adalah zat lemak yang berasal dari hati seseorang.

Kolesterol pada anak disebabkan oleh mengonsumsi beberapa produk makanan tertentu yang kurang sehat bagi tubuh. Lantas, tubuh menggunakan kolesterol dalam produksi sel, vitamin, dan hormon.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan masalah bagi orang-orang dari segala usia. Ada dua bentuk utama kolesterol. Pertama, kolesterol low-density lipoprotein (LDL) - yang oleh dokter disebut sebagai kolesterol jahat. Kolesterol jenis ini dapat menumpuk di dinding arteri dan menyebabkan penyumbatan.

Kedua, kolesterol high-density lipoprotein (HDL), yang disebut kolesterol baik. Jenis ini membantu membawa kolesterol LDL menjauh dari arteri.

Kadar Kolesterol Pada Anak 

Menurut American Heart Association (AHA), 1 dari 5 remaja terkena kolesterol tinggi. Seorang anak usia 0-19 tahun dikatakan memiliki kolesterol tinggi bila kadar LDL lebih dari 130mg/dl dan kadar HDL kurang dari 40 mg/dl. 

National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) mencatat bahwa anak usia 2 tahun dengan faktor risiko kolesterol tinggi harus diuji kadar kolesterolnya. Faktor risiko ini meliputi:

  1. Riwayat keluarga penyakit jantung dini, yaitu 55 tahun atau lebih muda untuk pria dan 65 tahun atau lebih muda untuk wanita
  2. Memiliki orang tua dengan kolesterol tinggi
  3. Obesitas 
  4. Diabetes

Selain itu, NHLBI merekomendasikan agar anak diperiksa kadar kolesterolnya antara usia 9-11 tahun. Mereka kemudian harus menjalani pemeriksaan kolesterol setiap 5 tahun atau lebih cepat, tergantung pada faktor risiko tertentu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak kolesterol
Editor : Novita Sari Simamora

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top