Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Alasan Lansia dan Penderita Komorbid Menjadi Prioritas Penerima Vaksin Booster Covid-19

Peneliti Bioteknologi Associate Professor University Putra Malaysia Bimo Ario Tejo menyebut kondisi ini sebagai immunosenescence, dimana sistem imun seseorang sudah tidak bekerja dengan baik, bukan hanya karena faktor umur.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  20:59 WIB
Alasan Lansia dan Penderita Komorbid Menjadi Prioritas Penerima Vaksin Booster Covid-19
Ilustrasi lansia mengalami sesak napas saat isolasi mandiri (isoman) - Freepik.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bulan depan, tepatnya pada Januari 2022, Indonesia berencana untuk memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga sebagai booster. Vaksin booster Covid-19 ini nantinya akan diprioritaskan bagi lansia dan penderita komorbid karena berisiko tinggi terhadap paparan virus corona.

Secara umum, manusia memiliki sel memori di dalam tubuhnya. Sel memori ini akan menghasilkan antibodi dalam waktu yang cepat: dua hingga lima hari setelah terinfeksi.

Tetapi untuk lansia dan penderita komorbid, sistem imun mereka sudah tidak bekerja dengan baik.

Peneliti Bioteknologi Associate Professor University Putra Malaysia Bimo Ario Tejo menyebut kondisi ini sebagai immunosenescence, dimana sistem imun seseorang sudah tidak bekerja dengan baik, bukan hanya karena faktor umur.

“Tetapi juga bisa terjadi di usia muda, yaitu mereka yang menderita penyakit komorbid. Maka dari itu kita menyebutnya secara general dengan istilah immunosenescence” kata Bimo, mengutip akun Instagram dokter spesialis penyakit dalam RA Adaninggar, Selasa (7/12/2021).

Bimo menuturkan, orang-orang yang mengalami immunosenescence ini memiliki beberapa tanda.

Pertama, antibodi mereka lebih rendah dibandingkan orang dengan sistem imun normal.

Kedua, sel memorinya ada namun lambat bereaksi atau tidak bereaksi secara optimal, sehingga saat mereka terinfeksi virus, antibodi tidak diproduksi secara optimal dan justru menghasilkan sitokin.

Dan ketiga, sistem imun lebih banyak menghasilkan sitokin daripada antibodi.

“Makanya lansia atau orang dengan komorbid atau orang dengan immunosenescence ini, walaupun sudah lengkap di vaksin, ketika mereka terkena covid dan jatuhnya parah, itu bisa sampai meninggal. Karena immunosenescence mereka, mereka terlambat menghasilkan antibodi tapi cepat menghasilkan sitokin. Inilah yang terjadi,” ungkap Bimo.

Inilah alasan mengapa lansia dan penderita komorbid perlu untuk mendapatkan booster. Sebab, mereka tidak bisa selalu mengharapkan sel memori. Antibodi mereka juga harus dijaga pada tahap yang tinggi.

“Oleh karena itu kenapa lansia dan penderita komorbid harus diprioritaskan untuk vaksin booster, karena pertahanan mereka tinggal antibodi. Dan antibodinya pun dari vaksin primer kan rendah, makanya harus di booster. Apakah harus setiap tahun? Mungkin. Karena sel memorinya tidak bekerja dengan baik,” jelas Bimo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 booster vaksin
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top