Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Booster Segera Hadir, Tapi Target Vaksin Covid-19 Dosis 1 Belum Tercapai

Pemerintah optimistis program vaksinasi Covid-19 akan menyentuh 70 persen pada Maret 2022.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  21:10 WIB
Booster Segera Hadir, Tapi Target Vaksin Covid-19 Dosis 1 Belum Tercapai
Petugas kesehatan menyuntikkan Covid-19 kepada warga di Sentra Vaksinasi Covid-19 booster, Gelanggang Remaja Pulogadung Jakarta Timur. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ramai vaksin booster Covid-19 yang segera hadir di awal 2022 memberikan tanda tanya kepada pemerintah karena belum terpenuhinya capaian target vaksin dosis 1. 

Hingga 6 Desember 2021, sebanyak 134.614.136 dari 208.265.720 masyarakat Indonesia telah menerima vaksin Covid-19 dosis 1. Dalam kata lain, sebanyak kurang lebih 65 persen penduduk telah menerima dosis tersebut. 

Masih jauh dari angka 80 maupun 100 persen capaian target, kali ini sudah dihebohkan dengan hadirnya booster. Mengingat, kebutuhan booster dinilai sangat perlu karena sudah menyebarnya varian baru dari Covid-19 tersebut. Banyaknya penduduk yang memiliki sistem imun lemah juga menjadi kebutuhan tersendiri. 

Melansir dari kominfo.go.id, Selasa (7/12/2021) angka yang sudah dimiliki Indonesia ini dinilai telah memenuhi target WHO, yaitu sekurang-kurangnya 40 persen dengan dosis pertama. 

Namun, bagaimana langkah pemerintah dalam menyelesaikan capaian target yang harus terpenuhi? Menurut juru bicara satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan sebanyak 26 IbuKota Provinsi di Indonesia telah mencapai target lebih dari 70 persen target vaksinasi per daerah di Bulan November 2021. 

Pemerintah optimistis program vaksinasi akan menyentuh 70 persen pada Maret 2022. Target tersebut dapat tercapai dengan asumsi kecepatan vaksinasi sekitar 1,5 juta dosis per hari seperti pada kondisi terkini, menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan intervensi di bidang kesehatan, Febrio menegaskan APBN akan terus dikerahkan. Selama situasi masih dinamis, hal ini akan terus menjadi kunci kebijakan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19 booster vaksin
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top