Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Epidemiolog Pandu Riono Sebut Tidak Perlu Perpanjang Karantina Covid, Ini Alasannya

Sementara itu, menurut data awal, waktu yang dibutuhkan orang yang terinfeksi untuk mengembangkan gejala setelah terpapar mungkin lebih pendek untuk omicron daripada varian sebelumnya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  15:41 WIB
Pandu Riono. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Pandu Riono. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog UI Pandu Riono mengatakan tidak perlu dilakukan perpanjangan karantina covid-19 dari luar negeri.

Rekomendasi itu menyusul adanya rencana perpanjangan masa karantina menjadi 14 hari.

Menurut Pandu, hal itu karena masa inkubasi covid omicron saat ini terhitung pendek.

"Tidak perlu perpanjang durasi karantina. Sudah diketahui #omikron waktu inkubasi nya singkat, seharusnya dapat dipersingkat jadi 7 hari. Ini usulan epidemiolog," tulisnya di akun twitternya.

Sementara itu, menurut data awal, waktu yang dibutuhkan orang yang terinfeksi untuk mengembangkan gejala setelah terpapar mungkin lebih pendek untuk omicron daripada varian sebelumnya.

Melansir NBC News, jika varian lain butuh lebih dari seminggu penuh untuk masa inkubasi, sedangkan virus omicron hanya tiga hari atau bahkan kurang.  Sementara lebih banyak penelitian diperlukan, masuk akal secara ilmiah bahwa virus yang sangat menular seperti varian omicron akan memiliki masa inkubasi yang lebih pendek. Bagaimanapun, tujuannya adalah untuk menginfeksi orang sebanyak mungkin, secepat mungkin.

"Itulah mengapa penyebaran terjadi pada kecepatan yang jauh lebih cepat," kata Dr. Anita Gupta, ahli anestesi dan dokter perawatan kritis di Johns Hopkins School of Medicine.

Dia menambahkan bahwa mungkin saja masa inkubasi bisa lebih pendek atau lebih lama tergantung pada sejumlah variabel, termasuk usia, masalah kesehatan yang mendasari dan status vaksinasi. "Tidak ada aturan keras dan cepat di sini."

Kasus omicron meningkat dua kali lipat setiap dua hari. Dalam sepekan terakhir, persentase kasus omicron di Amerika Serikat naik dari 13 persen menjadi 73 persen.

Para ahli terus mendesak orang untuk mendapatkan vaksinasi dan mendapatkan suntikan booster untuk mengurangi risiko penyakit parah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karantina Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top