Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5.000 Burung Bangau Mati di Israel Karena Flu Burung

Perdana Menteri Naftali Bennett dan penasihat keamanan nasionalnya telah bertemu dengan para ahli untuk membahas upaya menahan wabah H5N1 dan mencegahnya menular ke manusia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  11:23 WIB
Ilustrasi - Flu burung - abcnews.go.com
Ilustrasi - Flu burung - abcnews.go.com

Bisnis.com, JAKARTA - Lebih dari 5.000 burung bangau telah mati oleh wabah flu burung di Israel.

Bangau yang mati ditemukan hari Minggu di Cagar Alam Hula yang populer di Israel utara.

Perdana Menteri Naftali Bennett dan penasihat keamanan nasionalnya telah bertemu dengan para ahli untuk membahas upaya menahan wabah H5N1 dan mencegahnya menular ke manusia.

Sejauh ini tidak ada penularan manusia yang dilaporkan, menurut kantor perdana menteri dilansir dari New York Post.

Puluhan ribu burung liar bermigrasi setiap tahun ke cagar alam, di mana pihak berwenang menyediakan makanan bagi mereka untuk mencegah mereka memakan hasil panen petani, Times of Israel melaporkan.

Pihak berwenang yakin virus H5N1 mungkin dibawa melalui seorang sopir truk yang mengantarkan makanan ke cagar alam.

Anak-anak yang telah mengunjungi cagar alam mungkin juga berkontribusi menyebarkan virus setelah menyentuh beberapa burung bangau yang terserang.

Wabah tersebut telah mendorong pihak berwenang untuk menyatakan cagar alam terlarang bagi pengunjung.

Mereka juga memperingatkan kemungkinan kekurangan telur karena unggas dimusnahkan sebagai tindakan pencegahan.

"Ini adalah pukulan terburuk bagi satwa liar dalam sejarah negara ini," kata Menteri Lingkungan Tamar Zandberg di Twitter.

Dia menambahkan bahwa ratusan ribu ayam telah dimusnahkan.

Pihak berwenang berusaha untuk mengurangi kuota impor dan membawa telur dari negara lain dalam upaya untuk mencegah potensi kekurangan telur karena tindakan pencegahan pemusnahan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flu burung virus
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top