Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala Omicron Berbeda Tergantung Dosis Vaksin Covid yang Digunakan

Gejala yang selalu hadir dengan Covid adalah kelelahan, dan gejala seperti kehilangan indera perasa dan penciuman lebih sedikit terjadi di antara pasien Covid.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  09:08 WIB
Gejala Omicron Berbeda Tergantung Dosis Vaksin Covid yang Digunakan
Ilustrasi perempuan yang mengalami gejala varian Omicron - Parade
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Varian baru virus corona, Omicron, kini menjadi strain dominan di AS, diikuti dengan semakin banyak laporan mengenai gejala Omicron yang terus bermunculan dari para ahli medis di negara tersebut.

Seorang dokter UGD (unit gawat darurat) di New York Craig Spencer baru-baru ini membagikan beberapa informasi anekdot yang terlihat di UGD terkait Covid-19. Melansir Deseret, Rabu (29/12/2021), berikut beberapa hal yang ditemukan Spencer:

- Setiap pasien yang telah mendapatkan booster vaksin Covid-19 memiliki gejala ringan. Ini termasuk sakit tenggorokan, kelelahan dan nyeri otot.

- Pasien yang mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna memiliki gejala ringan tetapi lebih banyak daripada mereka yang mendapatkan tiga dosis. Spencer menyebutkan secara keseluruhan ada lebih banyak kelelahan, lebih banyak batuk dan gejala lainnya.

- Pasien yang mendapatkan satu dosis Johnson & Johnson memiliki gejala yang lebih buruk, dimana mereka mengalami demam selama beberapa hari. Selain itu, kelelahan, lemas, sesak napas dan batuk juga menjadi gejala umum untuk kelompok ini.

- Kemudian, pada pasien yang tidak divaksinasi, Spencer mengatakan, mereka mengalami sesak napas berat dan oksigen mereka turun saat mereka berjalan. Dia juga menambahkan, mereka yang tidak divaksinasi membutuhkan oksigen untuk bernapas secara teratur.

Sementara itu, Bruce Patterson yang bertugas di Pusat Perawatan Covid-19 Kronis mengatakan bahwa dirinya telah melihat sejumlah kasus baru-baru ini dan banyak diantaranya memiliki gejala yang serupa. Gejala yang selalu hadir dengan Covid adalah kelelahan, dan gejala seperti kehilangan indera perasa dan penciuman lebih sedikit terjadi di antara pasien Covid.

Sejauh ini, Patterson lebih banyak menjumpai gejala sakit kepala, gejala-gejala umum seperti flu tetapi diikuti dengan kelelahan yang luar biasa, dibandingkan gejala seperti hilangnya indera penciuman dan perasa.

Bila melihat secara keseluruhan, data dan penelitian awal menunjukkan bahwa varian Omicron mengarah pada gejala dan rawat inap yang lebih ringan. Konon, varian baru ini telah terbukti mampu menghindari vaksin Covid-19, yang artinya orang yang telah divaksinasi penuh tetap berisiko untuk terinfeksi varian baru.

Selain itu, beberapa penelitian dari Oregon Health & Science University menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi lengkap bisa mendapatkan "kekebalan super" jika mereka pada akhirnya terinfeksi Covid-19.

Meskipun varian Omicron di sebut memiliki gejala yang lebih ringan, ini lantas tidak membuat kita menjadi lengah. Sebab, lebih banyak orang yang berisiko terinfeksi virus jatuh sakit di saat yang bersamaan akibat penularannya yang begitu tinggi, yang tentunya akan membuat petugas kesehatan kewalahan. Oleh karena itu, tetap patuhi protokol kesehatan dan segera dapatkan vaksinasi bagi Anda yang belum divaksin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top