Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Singapura : Angka Kematian Orang Disuntik Vaksin Moderna Paling Rendah

Statistik mencatat, terdapat 11 kematian per 100.000 dari orang disuntik dengan vaksin Sinovac, kemudian 7,8 kematian per 100.000 dengan vaksin Sinopharm, 6,2 kematian per 100.000 dengan vaksin Pfizer/BioNTech, dan 1 kematian per 100.000 dengan vaksin Moderna.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  18:34 WIB
Vaksin Moderna - Kemenkes RI
Vaksin Moderna - Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengatakan bahwa vaksin yang tersedia di negara itu jauh lebih efektif daripada tidak vaksinasi.

Dia mengatakan, sebanyak 247 kematian tercatat di antara individu yang divaksinasi penuh tahun lalu.

Dalam statistik pemerintah, menunjukkan bahwa vaksin mRNA mungkin menawarkan perlindungan yang lebih tinggi.

Statistik mencatat, terdapat 11 kematian per 100.000 dari orang disuntik dengan vaksin Sinovac, kemudian 7,8 kematian per 100.000 dengan vaksin Sinopharm, 6,2 kematian per 100.000 dengan vaksin Pfizer/BioNTech, dan 1 kematian per 100.000 dengan vaksin Moderna.

"Setidaknya, Singapura telah mencatat 838 kematian sejauh ini, dengan total 802 kematian di tahun 2021,". Demikian dilansir dari Bangkok Post, Senin (10/1/2021).

Sementara itu, Ong menegaskan bahwa strategi utama Singapura adalah tetap hidup berdampingan dengan Covid-19, termasuk tidak mengunci perbatasan negara. Dia juga berharap Omicron menjadi varian dominan dalam beberapa minggu ke depan.

Dalam pernyataannya kepada Parlemen, Ong menyebutkan bahwa tenaga kerja ICU SIngapura telah meningkat 12 persen selama setahun terakhir, menjadi sekitar 1.800, dan negara tersebut telah memberikan pelatihan kepada sekitar 500 staf lagi untuk membantu penanganan Covid di Singapura.

“Saat ini, tidak ada rencana untuk memperkenalkan langkah-langkah berbeda dari vaksinasi, untuk anak-anak dibawah 12 tahun di lingkungan sekolah secara keseluruhan,” kata Ong.

Menurut laporan menteri senior negara untuk kesehatan Janil Puthucheary, sejauh ini, tidak ada efek serius yang dilaporkan, sejak dilakukannya vaksinasi untuk anak-anak yang lebih muda selama beberapa minggu terakhir.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 moderna
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top