Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 16 Daftar Imunisasi Wajib Bagi Usia 0-18 Tahun 

Anak yang tidak diimunisasi memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  22:09 WIB
Imunisasi DT - TT untuk memberikan kekebalan anak terhadap penyakit difteri dan tetanus. (Solopos/Burhan Aris Nugraha)
Imunisasi DT - TT untuk memberikan kekebalan anak terhadap penyakit difteri dan tetanus. (Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberian imunisasi pada usia 0-18 tahun menjadi satu cara untuk menjaga kesehatan agar anak dapat tumbuh kembang dengan maksimal. Kementerian Kesehatan telah menerapkan imunisasi rutin lengkap untuk rentang usia tersebut. 

Ketika anak sudah mendapatkan imunisasi, tubuh akan lebih mampu menghadapi dan mengalahkan infeksi penyakit. Saat sejumlah orang dalam suatu kelompok telah kebal terhadap penyakit, akan semakin sulit bagi penyakit itu untuk menyebar dan menular kepada orang yang belum diimunisasi. Hal ini yang disebut sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Menurut biofarma.co.id, setidaknya ada 16 vaksin wajib yang harus dilakukan. Berikut ini daftar imunisasi wajib:

1. Vaksin Hepatitis B (HB) monovalen : sebaiknya diberikan kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam. Mencegah infeksi hati akibat virus hepatitis B.

2. Vaksin polio 0 (nol) : Sebaiknya diberikan segera setelah lahir.

3. Vaksin BCG : sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. Mencegah TB atau tuberculosis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

4. Vaksin DPT : dapat diberikan mulai umur 6 minggu yang berguna untuk mencegah tiga penyakit, yakni difteri, pertussis, dan tetanus.

5. Vaksin pneumokokus (PCV) : diberikan pada umur 2,4 dan 6 bulan dengan booster pada umur 12 – 15 bulan. Mencegah penyakit seperti radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bacteremia)

6. Vaksin rotavirus monovalen : diberikan 2 kali, dosis pertama mulai umur 6 minggu, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu harus selesai pada umur 24 minggu.

7. Vaksin Rotavirus melindungi anak dari penyakit gastroenteritis (radang pada lambung dan usus), yang ditunjukkan dengan gejala seperti diare akut, muntah, demam, anak sulit makan dan minum serta sakit perut.

8. Vaksin rotavirus pentavalen : diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 sampai 10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu.

9. Vaksin influenza : diberikan mulai umur 6 bulan. Mencegah penyakit flu yang menyerang saluran pernapasan.

10. Vaksin MR/MMR : pada umur 9 bulan berikan vaksin MR. Bisa sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Mencegah penyakit campak, rubella, dan gondongan.

11. Vaksin Japanese encephalitis (JE) : diberikan mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Mencegah penyakit radang otak.

12. Vaksin varisela : diberikan mulai umur 12-18 bulan. Mencegah cacar air atau chickenpox. 

13. Vaksin hepatitis A : diberikan 2 dosis mulai umur 1 tahun, dosis ke-2 diberikan 6 bulan sampai 12 bulan kemudian. Mencegah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A.

14. Vaksin tifoid polisakarida : Mencegah tifus dan diberikan mulai umur 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.

15. Vaksin human papilloma virus (HPV) : diberikan pada anak perempuan umur 9-14 tahun 2 kali dengan jarak 6-15 bulan (atau pada program BIAS kelas 5 dan 6). Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0,16 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalent). Virus Human Papillomavirus menyebabkan infeksi kulit, termasuk kutil kelamin.

16. Vaksin dengue : diberikan pada anak umur 9-16 tahun untuk mencegah gejala berat DBD.

Anak yang tidak diimunisasi memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian. Maka dari itu orang tua harus ikut serta memperhatikan imunisasi wajib yang harus diterima anak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak tips sehat imunisasi
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top