Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Positif Covid, Ibu Menyusui Disarankan Tetap Memberikan ASI pada Bayinya

Bahwasanya bayi tidak seharusnya dipisahkan dari ibu ketika pasca salin, tanpa alasan medis yang kuat, (termasuk Covid, selama ibu dapat menyusui bayi mampu menyusu, tidak boleh dipisahkan dari ibu); larangan tenaga kesehatan memberikan produk – produk pengganti ASi secara gratis dan beriklan dan sebagainya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  12:48 WIB
Positif Covid, Ibu Menyusui Disarankan Tetap Memberikan ASI pada Bayinya
Seorang ibu menyusui bayinya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - World Health Organisation (WHO) merekomendasikan pemberian ASI, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), rawat gabung dan menjaga kedekatan bayi dengan ibu  yang dicurigai atau dikonfirmasi COVID-19 beberapa organisasi nasional dan profesional berbeda dari Rekomendasi WHO. 

Beberapa contoh antara lain adalah  Amerika Serikat dan India awalnya memilih opsi pemisahan ibu dan bayi, dan tidak mendukung pemberian Air Susu Ibu (ASI) langsung (menyusui) tetapi tetap mengijinkan pemberian dan penyediaan Air Susu Ibu Perah (ASIP). Sebaliknya, banyak negara – negara yang mengadopsi secara utuh dan patuh dengan panduan WHO seperti Kanada Italia dan Inggris .

Ketidakselarasan penggunaan panduan ini mengakibatkan praktik yang tidak sesui dan berbeda – beda sehingga mempengaruhi ibu untuk melaksanakan praktik menyusui yang benar. Hal ini juga terjadi di Indonesia selain karena regulasi penggunaan panduan yang tidak ketat, banyak ibu yang mendapatkan info kurang tepat dalam praktik menyusui selama masa Covid – 19 ini.

Upaya lain yang dilakukan oleh WHO dan juga pemerintah dalam mengurangi angka kematian pada masa Covid – 19 ini adalah pelaksanaan vaksinasi Covid – 19. Berdasarkan pernyataan WHO dan evidence terbaru lainnya, vaksin Covid – 19 aman untuk ibu menyusui. Sebaiknya ibu menyusui dimasukkan dalam populasi yang mendapatkan vaksinasi Covid – 19, sebab telah terdapat bukti – bukti ilmiah bahwa virus Covid – 19 tidak masuk di dalam sawar ASI.

Saat ini WHO dan pemerintah Indonesia telah memberikan ijin pada populasi ini. Hal ini terbukti dari pelaksanaan tahap I vaksinasi bahwa banyak tenaga kesehatan yang menyusui mendapatkan vaksin. Selain itu, hingga tahap II dilakukan tidak terjadi laporan efek samping yang berarti.

Alasan terkait kegiatan ini seperti yang diucapkan Kusmayra Ambarwati bahwa” sayangnya, berdasarkan data yang terjadi di masyarakat sangatlah berbeda. Banyak ibu menyusui yang masih enggan untuk melakukannya karena banyak informasi yang kurang tepat didapatkan.

Bahkan banyak yang telah memutuskan untuk tidak melakukan vaksinasi. Hal ini dapat memperlambat pembentukan imunitas pada masyarakat, mengingat populasi ibu menyusui di Indonesia cukup besar lebih dari 11%. Oleh karena itu perlu adanya edukasi untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui pada masa pandemic Covid – 19 ini serta melakukan vaksinasi Covid – 19 pada ibu menyusui

Menyikapi hal ini, prodi kebidanan tergerak untuk melakukan pengabdian masyarakat dengan melakukan edukasi melalui Webinar. 

DR Irma Hidayana, MPH (Columbia University, Founder lapor Covid dan Lapor Kode) terkait perlindungan menyusui serta  dr Astri Pramarini ,IBCLC (Konsultan Laktasi yang bersertifikasi International Board Certified Lactation Consultant ; Perwakilan International Board Certified Lactation Consultant untuk Indonesia) menyampaikan pentingnya tenaga kesehatan mengerti kode Internasional Pemasaran produk – produk pengganti ASI dan peraturan – peraturan pemerintah terkait perlindungan menyusui.

Dia menegaskan bahwasanya bayi tidak seharusnya dipisahkan dari ibu ketika pasca salin, tanpa alasan medis yang kuat, (termasuk Covid, selama ibu dapat menyusui bayi mampu menyusu, tidak boleh dipisahkan dari ibu); larangan tenaga kesehatan memberikan produk – produk pengganti ASi secara gratis dan beriklan dan sebagainya.

Dr. Astri Pramarini menjelaskan lebih detail terkait praktik menyusui termasuk di masa pandemi ini serta mekanisme dan pentingnya vaksinasi Covid 19 untuk ibu menyusui. Dr Astri menekankan bahwa” Vaksinasi justru penting didapatkan sejak hamil, karena akan melindungi ibu dan juga janinnya. Terdapat mekanisme kusus dalam sawar plasenta”

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ibu menyusui Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top