Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Annalynne McCord Dikritik seusai Bacakan Puisi untuk Vladimir Putin

Aktris asal Amerika Serikat, Annalynne McCord, mendapat sindiran dan kritikan dari netizen karena bacakan puisi untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  07:43 WIB
Tangkapan layar video milik Annalynne McCord yang sedang membacakan puisi untuk Presiden Vladimir Putin - Twitter IAMannalynnemcc
Tangkapan layar video milik Annalynne McCord yang sedang membacakan puisi untuk Presiden Vladimir Putin - Twitter IAMannalynnemcc

Bisnis.com, SOLO - Annalynne McCord dibanjiri kritikan dari netizen karena mengunggah video untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam video tersebut, McCord membacakan puisi untuk Vladimir Putin agar menghentikan perang dengan Ukraina.

Video yang diunggahnya di media sosial Twitter pada Kamis (24/2/2022) tersebut akhirnya viral.

Namun niat baiknya itu tiba-tiba mendapat komentar dari netizen yang mengatakan dirinya terlalu 'memalukan'.

Video Annalynne tersebut viral lantaran adanya kalimat "I am so sorry that I was not your mother".

Netizen pun menilai bahwa pembacaan puisi tersebut adalah bentuk 'tone deaf' yang tak seharusnya dilakukan oleh McCord.

Tone deaf sendiri merupakan istilah yang diberikan kepada orang yang kurang bisa memahami situasi yang sedang terjadi.

Penggunaan kata tone deaf pun disematkan kepada orang yang melakukan sesuatu secara tidak pantas di tengah situasi yang kurang baik.

Berikut puisi yang dibacakan oleh Annalynne McCord yang mendatangkan sindiran dan kritikan dari netizen.

"I'm so sorry that I was not your mother. If I was your mother, you would have been so loved, held in the arms of joyous light. Never would this story's plight, the world unfurled before our eyes, a pure demise of nation sitting peaceful under the night sky. If I was your mother, the world would have been warm,"

"If I was your mother, if the world was cold, I'd have died to make you warm. ... I'd have died to give you life. I know if I was your mother, that would be a start toward the awareness of what a powerful being of light you could be. I cannot believe I was born too late, in a different place," 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia vladimir putin ukraina
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top