Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Ini 5 Skenario Versi Ahli Kesehatan

Berikut 5 skenario ahli kesehatan terkait kapan pandemi Covid-19 berakhir seperti dikutip dari Eat This! Minggu (27/2/2022).
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  19:20 WIB
Warga Amerika Serikat memadati bandara saat periode libur Natal dan Tahun Baru meskipun kasus Covid-19 akibat Omicron melonjak - USA Today
Warga Amerika Serikat memadati bandara saat periode libur Natal dan Tahun Baru meskipun kasus Covid-19 akibat Omicron melonjak - USA Today

Bisnis.com, JAKARTA - Ketika kurva Covid-19 mulai melandai dan banyak negara melonggarkan pembatasan sosial, banyak dari kita mengajukan pertanyaan yang sama: Kapan pandemi akan berakhir?

Sebenarnya, banyak ahli atau pakar kesehatan yang memprediksi pandemi Covid-19 akan berakhir dalam waktu seiring banyaknya ketersediaan vaksin yang kian meluas.

Namun, skenario tersebut berlaku sebelum dunia dilanda varian Omicron yang sangat menular. Ketika gelombang Omicron mulai surut dalam beberapa minggu terakhir, beberapa pakar kesehatan masyarakat ditanyai pertanyaan itu, dan jawaban mereka mungkin mengejutkan Anda.

Berikut 5 skenario ahli kesehatan terkait kapan pandemi Covid-19 berakhir seperti dikutip dari Eat This! Minggu (27/2/2022).

1. Musim Panas Tahun Ini, Jika Satu Hal Terjadi

Pimpinan Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pandemi secara resmi dapat pindah ke fase yang kurang mendesak musim panas ini, jika cukup banyak orang di dunia yang sudah divaksinasi.

“Harapan kami fase akut pandemi ini akan berakhir tahun ini, tentunya dengan satu syarat: vaksinasi 70 persen [target tercapai] pada pertengahan tahun ini sekitar Juni, Juli,” kata Tedros seperti dikutip Eat This! Minggu (27/2/2022).

Namun, kantor berita Al-Jazeera mencatat bahwa sebagian besar dunia terus bergerak untuk melonggarkan pembatasan sosial, terlepas dari metrik vaksinasi.

Bahkan, ketika Amerika Serikat sedang bertransisi untuk mempertimbangkan Covid-19 sebagai penyakit endemik. Demikian juga daerah-daerah yang lebih miskin di dunia seperti Afrika, di mana hanya 11 persen dari populasi divaksinasi.

2. Ketika Covid-19 Menjadi Tak Mengkhawatirkn dibandingkan Flu

David Dowdy, profesor epidemiologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan sulit untuk mengetahui secara pasti bagaimana pandemi akan 'berakhir'.

"Namun, saya pikir setidaknya ada kemungkinan yang masuk akal bahwa Covid-19 pada akhirnya tidak terlalu menjadi masalah kesehatan masyarakat dibandinkan dengan flu," ucapnya..

Dia menuturkan bagi seseorang yang sudah divaksinasi, risiko rawat inap lebih tinggi jika terkena flu dibandingkan jika pasien terkena Covid-19. Meski demikian, dia mengaku masih terlalu dini untuk mengatakan apakah gelombang Covid-19 akan terjadi setiap musim dingin, lebih sering, atau lebih jarang.

Menurutnya, jika Covid-19 tidak menyebabkan lebih banyak orang sakit parah daripada penyakit menular "non-pandemi", misalnya flu musiman.

"Masuk akal untuk menyatakan pandemi Covid-19 telah berakhir jika situasinya seperti itu," imbuhnya.

3. Ketika Vaksin Menciptakan Endemi

Andrew Pekosz, profesor mikrobiologi molekuler dan imunologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan para peneliti telah menemukan dalam situasi di mana vaksinasi telah meletakkan dasar bagi respons imun yang kuat.

Bahkan jika Anda terinfeksi, hasil akhirnya adalah penyakit yang lebih ringan dan respons kekebalan yang lebih kuat untuk melindungi Anda dari varian berikutnya," ucapnya.

Dia mengatakan Lebih banyak kekebalan dalam populasi akan membatasi penyakit dan pada akhirnya mengurangi infeksi virus. Covid-19 atau SARS-CoV-2 akhirnya akan menempatkan dirinya dalam lubang di mana ia tidak akan memiliki banyak kemampuan untuk berubah secara drastis dan mengatasi respons kekebalan.

"Itu akan menjadi waktu ketika kita benar-benar dapat mulai membicarakan ini sebagai sesuatu yang lebih seperti flu musiman, sebagai lawan dari virus Covid-19 yang masih ada sampai hari ini," imbuhnya.

4. Ketika Manusia Memutuskan Hidup Bersama Covid-19

"Ada begitu banyak variabel di sini yang tidak diketahui," kata Catherine Troisi, profesor di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Sekolah Kesehatan Masyarakat Houston, di Luar Negeri minggu ini.

Dari sisi virus, lanjutnya, peneliti akan melihat lebih banyak varian yang mungkin akan menyebabkan penyakit yang lebih parah dan/atau lebih menular dan/atau vaksin saat ini.

Dia mempertanyakan, apakah warga dunia hanya akan memutuskan pandemi berakhir terlepas dari tingkat penyakitnya? Pandemi berakhir dengan salah satu dari dua cara—virus menghilang atau masyarakat memutuskan untuk hidup dengannya.

"Saya pikir kita menuju [siklus pandemi] yang terakhir," kata Catherine.

5. Dalam Hitungan Minggu

"Pada Maret 2022, sebagian besar dunia akan terinfeksi dengan varian omicron," tulis Christopher JL Murray, MD, direktur Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington.

Dengan terus meningkatnya vaksinasi Covid-19, dia mengatakan penggunaan dosis vaksin ketiga di banyak negara untuk beberapa waktu tingkat kekebalan global dari SARS-CoV-2 harus selalu tinggi.

Selama beberapa minggu atau bulan, dunia akan memperkirakan tingkat penularan virus yang rendah. Dia mengatakan Covid-19 akan menjadi penyakit berulang lain yang harus dikelola oleh sistem kesehatan dan masyarakat. Tindakan luar biasa oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan transmisi Covid-19 akan berakhir.

"Setelah gelombang Omicron mungkin Covid-19 akan kembali, tetapi pandemi tidak akan terjadi lagi," ucapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 pandemi corona omicron
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top