Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warna Warni di Kapal Nelayan

Desa Bandengan, ada tampilan berbeda dimana warna kapal berwarna warni.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 Maret 2022  |  19:49 WIB
Warna Warni di Kapal Nelayan
Kapal nelayan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, aktivitas penangkapan ikan di Indonesia didominasi oleh nelayan kecil.

Lebih dari 90% nelayan Indonesia adalah nelayan yang menangkap ikan di daerah pesisir. Perikanan skala kecil ini berperan penting dalam menyediakan mata pencaharian dan ketahanan pangan bagi para nelayan skala kecil dan masyarakat lokal di wilayah pesisir.

Salah satu desa yang dikenal sebagai desa nelayan adalah Desa Bandengan. Di desa pesisir ini, mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan.

“Para nelayan di desa kami ini beragam, ada nelayan besar yang menggunakan kapal besar dengan jumlah ABK 10 – 15 orang dan ada kapal kecil dengan jumlah ABK 2 – 3 Orang,” ujar Nursalim, Sekretaris Forum Nelayan Desa Bandengan, Kecamatan Mundu

Kapal Besar dapat digunakan untuk menangkap ikan hingga 10 ton. Ikan yang biasanya ditangkap nelayan adalah teri, kembung, barakuda, dan ikan-iklan lainnya. Sedangkan kapal kecil biasa digunakan untuk menangkap rajungan dengan total muatan mencapai 1 kuintal.

Selain alat pancing, benda penting untuk melaut adalah kapal. Umumnya, warna kapal nelayan adalah warna-warna netral atau warna dasar. Fungsi dari cat ini adalah melindungi kapal dari korosi dan menghambat tumbuhnya lumut.

Tapi, di Desa Bandengan ini, ada tampilan berbeda dimana warna kapal berwarna warni.

Ini merupakan program CSR Nippon Paint Indonesia untuk membantu para nelayan di Desa Bandengan dengan mendonasikan 507 Liter cat yang terdiri dari produk Bee Brand 1000 dan Copper Paint Anti-Fouling.

Sekretaris Desa Bandengan Bagian Ekonomi Pembangunan Adi Susanto, bantuan donasi cat digunakan untuk mengecat 100 kapal nelayan Desa Bandengan, dari kapal yang kecil sampai yang besar.

Selain lambung kapal, bagian bawah kapal yang rentan lumut juga ikut dicat. 

Adapun warna yang digunakan pun warna-warna cerah seperti biru langit, kuning, hijau dan merah. 

Agar lebih berwarna, juga dibuat mural seperti gambar burung di badan kapal. Ini membuat penampilan kapal menjadi lebih ceria.

Topan Wijaksono, Area Sales Manager Nippon Paint Indonesia mengungkapkan, pengecatan kapal nelayan di Desa Bandengan ini tujuannya untuk membantu docking sehingga kapal para nelayan di desa Bandengan tetap dalam kondisi laik laut dan memperpanjang usia teknis kapal.

Topan melanjutkan, untuk cat kapal biasanya menggunakan Copper Paint Anti-Fouling ditujukan untuk mengecat kapal kayu, kapal ikan, yachts, dan lain sebagainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal kapal ikan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top