Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Cara Gojek Cegah Kekerasan Seksual di Ruang Publik

Gojek berupaya mencegah kekerasan seksual di ruang publik dengan 3 layanan utama.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 12 Maret 2022  |  10:25 WIB
Ini Cara Gojek Cegah Kekerasan Seksual di Ruang Publik
Pengemudi ojek online melintas di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bertepatan dengan momentum Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap Maret, Gojek menggaungkan komitmen menghadirkan ruang publik yang aman, termasuk aman dari kekerasan seksual melalui 3 layanan dan program utama.

Head of Global Transport Marketing Gojek Amanda Parikesit menyebut permasalahan yang mengemuka dari temuan survei KRPA terkait maraknya kekerasan seksual di ruang publik, memerlukan tindak lanjut dari berbagai pihak untuk bisa saling berkolaborasi menghadirkan solusi terbaik.

"Menyikapi itu, kami berusaha menciptakan ruang publik yang aman dengan berfokus pada tiga pilar utama, edukasi, teknologi dan proteksi. Sejak 2019, Gojek secara menggandeng berbagai pihak yang memiliki visi yang sama untuk dapat bersama-sama memberikan dampak yang bermakna dalam menciptakan ruang publik yang aman bagi masyarakat Indonesia," ujarnya dalam rilis yang diterima, Jumat (11/3/2022).

Lebih lanjut, Amanda menambahkan perusahaannya terus mengembangkan dan menghadirkan teknologi terkini untuk mendukung keamanan masyarakat, terutama bagi konsumen dan mitra di dalam ekosistem Gojek. Beberapa inovasi teknologi yang telah diluncurkan, seperti verifikasi muka dan identitas driver, penyamaran nomor telepon, fitur bagikan perjalanan, serta tombol darurat yang terhubung dengan Tim Unit Darurat Gojek.

Sementara itu, dia menjelaskan, Gojek juga memberikan perlindungan lewat standar layanan unit darurat Gojek yang berperspektif korban, asuransi di setiap perjalanan, serta aturan penggunaan layanan yang ketat dan tidak mentoleransi berbagai bentuk kekerasan seksual.

Plt Deputi bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan Indra Gunawan menyebut, pemerintah mengapresiasi upaya Gojek dalam mengurangi kekerasan terhadap perempuan. "Kami berharap hal ini dapat menginspirasi para pelaku usaha lain sebagai bentuk upaya bersama menciptakan ruang publik yang aman, ramah untuk perempuan dan anak," ujarnya.

Adapun sebagai langkah memperkuat upaya menciptakan ruang publik yang aman, pada tahun ini Gojek fokus pada tiga hal, yaitu:

1. Peluncuran Pusat Edukasi dan Bantuan untuk Cegah Kekerasan Seksual

Pusat Edukasi dan Bantuan diluncurkan dalam format halaman web sebagai sarana edukasi publik yang komprehensif terkait kekerasan seksual, dikembangkan dari modul Tips Pintar yang terdapat pada aplikasi mitra driver.

Pusat Edukasi dan Bantuan memuat informasi tentang definisi kekerasan seksual, fakta-fakta kekerasan seksual, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila membutuhkan bantuan lebih lanjut. Termasuk bekerja sama dengan CariLayanan.com, sebuah platform informasi yang dikelola oleh Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta untuk menyediakan informasi mengenai daftar lembaga pendamping kekerasan seksual se-Indonesia.

2. Penguatan Edukasi Terkait Topik Kekerasan Seksual

Di tengah situasi pandemi yang semakin membaik, Gojek akan kembali mengadakan pelatihan tatap muka terkait topik kekerasan seksual, sehingga diharapkan komunitas mitra driver bisa terus menjadi pelopor untuk menciptakan ruang publik yang aman. Pelatihan akan difasilitasi oleh Gerakan “Di Jalan Aman Tanpa Pelecehan (DEMAND)” bagian dari Koalisi Ruang Publik Aman, dengan turut menggandeng organisasi-organisasi yang punya fokus serupa di kota-kota di mana pelatihan diselenggarakan.

Pelatihan juga akan diberikan kepada Tim Unit Darurat Gojek, khususnya yang bekerja di lapangan sebagai salah satu garda terdepan Gojek dalam merespon kasus kekerasan seksual. Pelatihan sejenis, secara berkelanjutan terus dijalankan untuk memastikan standar layanan dan penanganan yang baik dan berperspektif korban.

3. Perluas Zona Aman

Zona Aman Bersama Gojek yang merupakan ruang tunggu ramah perempuan, berlokasi di shelter atau titik jemput milik Gojek dan tersebar di lokasi strategis, dekat keramaian serta berada di titik transportasi publik, akan terus diperluas keberadaannya seiring perluasan fasilitas titik jemput yang dimiliki oleh Gojek.

Dengan dilengkapi materi edukasi publik yang mensosialisasikan ruang publik aman bagi perempuan, fasilitas ini tak hanya menjadi ruang tunggu yang aman, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat luas, khususnya yang beraktivitas di sekitar area Zona tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan Survei Pelecehan Seksual di Ruang Publik Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia oleh Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) yang dilakukan pada 2022 dan melibatkan 4.236 responden, didapati fakta bahwa 78,89 persen responden perempuan pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik dan lebih dari setengahnya mengalami pelecehan seksual di jalanan umum atau taman.

Di samping itu, di tengah meningkatnya aktivitas online atau daring akibat pembatasan kegiatan selama pandemi, fenomena kekerasan seksual secara online turut menjadi perhatian, di mana mayoritas terjadi pada aplikasi media sosial dan aplikasi pesan instan (chat).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan seksual Gojek
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top