Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada! Penyintas Covid-19 Berisiko Demensia Alzheimer

Dokter Spesialis Saraf dan Champion ALZI, dr. Sheila Agustini, Sp.S mengatakan, virus Covid-19 bisa menyebabkan peradangan pada susunan saraf pusat, sehingga penyintas memiliki risiko alzheimer.
Aliftya Amarilisya
Aliftya Amarilisya - Bisnis.com 16 Maret 2022  |  10:30 WIB
Waspada! Penyintas Covid-19 Berisiko Demensia Alzheimer
Ilustrasi - meioambienterio.com

Bisnis.com, SOLO - Tak hanya memengaruhi kualitas hidup pasien secara umum, infeksi virus Covid-19 juga memperbesar risiko terjadinya demensia alzheimer. Hal tersebut dipaparkan oleh Dokter Spesialis Saraf dan Champion ALZI, dr. Sheila Agustini, Sp.S.

"Virus Covid-19 dapat menyebabkan peradangan pada susunan saraf pusat. Saat virus Covid-19 merusak pembuluh darah di bagian otak maka ada sel-sel otak yang mengalami degenerasi bahkan mati," ucapnya.

Ia lalu menambahkan, "Inilah yang [kemudian] menyebabkan penyintas menjadi rentan terhadap risiko Demensia Alzheimer, sehingga perlu tetap diwaspadai."

Sebagai tindakan preventif, dr. Sheila lalu menyarankan agar para penyintas Covid-19 rajin melakukan beragam aktivitas guna menstimulasi fungsi kognitif, seperti membaca, menulis, bermain catur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan atau bila timbul keluhan yang mengganggu.

Lebih jauh, dirinya pun menyarankan agar masyarakat tetap patuh dan serius menerapkan protokol kesehatan, serta mengikuti program vaksin Covid-19.

Pasalnya, kepatuhan masyarakat yang sehat akan membantu mencegah penularan virus kepada mereka yang berisiko tinggi terkena Covid-19, seperti Orang Dengan Demensia (ODD).

Sementara itu, pasien Covid-19 bergejala berat yang memiliki faktor risiko demensia alzheimer berkemungkinan lebih besar terkena gangguan fungsi kognitif pada saat dan pasca infeksi. Adapun gangguan kognitif yang dimaksud, meliputi kesulitan dalam berpikir, mengingat kembali, serta gangguan penalaran dan perilaku wajar.

"Penelitian medis lebih lanjut terkait hal ini masih diperlukan studi yang mendalam. Namun, tata laksana penanganan gangguan fungsi kognitif, seperti terapi dan obat-obatan dapat diberikan pada pasien covid-19 berdasarkan kebutuhan sejauh mana mengganggu kehidupan dan aktivitas sehari-hari," ucap dr.Sheila.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alzheimer Demensia Covid-19
Editor : Aliftya Amarilisya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top