Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Mengonsumsi Susu Kental Manis yang Benar, Dilarang Diminum Langsung

Pemerintah telah melakukan penyuluhan tentang bagaimana cara mengonsumsi susu kental manis.
Hesti Puji Lestari
Hesti Puji Lestari - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  12:13 WIB
Cara Mengonsumsi Susu Kental Manis yang Benar, Dilarang Diminum Langsung
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Keberadaan susu kental manis sudah lama menjadi pro dan kontra di masyarakat.

Apalagi setelag masyarakat tahu bahwa susu kental manis bukanlah susu, melain mengandung banyak sekali gula.

Mengacu pada alasan tersebut, beberapa produsen bahkan menghilangkan kata "susu" di produk kental manisnya agar tiak terjadi ambiguitas.

Meski demikian masih banyak masyarakat yang menganggap kental manis adalah susu. Oleh sebab itu, pemerintah baru-baru ini mengadalan penyuluhan tentang apa itu kental manis.

Dalam penyuluhan tersebut, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan tentang kental manis:

1. Susu kental manis bukan pengganti susu.

2. Susu kental manis mengandung banyak gula.

3. Susu kental manis tidak dapat menggantikan ASI.

4. Tidak bisa dijadikan satu-satunya sumber gizi.

5. Tidak cocok diberikan kepada bayi di bawah 12 bulan.

Cara mengonsumsi susu kental manis yang benar:

Sebaiknya, susu kental manis hanya dijadikan toping penambah rasa makanan. Susu kental manis tidak disarankan untuk diseduh dan diminum langsung.

Hal ini karena kandungan gulanya akan sangat tinggi jika diminum langsung ketimbang hanya dijadikan toping.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu

Sumber : Indonesia Baik

Editor : Hesti Puji Lestari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top