KOPI KELILING KHAS FLORES  Pemilik Kopi Tuk melayani pelanggan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (8/11/2022). Kopi keliling menggunakan sepeda motor ini menawarkan berbagai varian kopi khas Flores yang sudah memasarkan produknya melalui media sosial seperti Instagram dan e-commerce Tokopedia dan  Shopee untuk dikirim ke luar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)/ Fanny Kusumawardhani.
Kuliner

JELAJAH SINYAL 2022: Cicipi Kopi Enak ala Barista Jalanan Labuan Bajo

Sholahuddin Al Ayyubi
Selasa, 8 November 2022 - 13:06
Bagikan

Bisnis.com, LABUAN BAJO –  Agustinus Suban Puka (53) terlihat sibuk melayani beberapa pelanggannya yang antri untuk mendapatkan secangkir kopi racikan tangannya meskipun waktu baru menunjukkan pukul 07.00 WITA.

Agus mulai memanaskan cereK berisi air di atas kompor gas dan menyiapkan bubuk kopi ke dalam takaran gelas, kemudian ditimbang menggunakan timbangan digital dan dituangkan ke dalam gelas yang ada saringannya, agar ampas kopi tidak ikut masuk ke dalam gelas pelanggan.

Agus mengklaim racikan kopinya berbeda dengan kopi lain. Namun, untuk rasa, dia menjamin tidak kalah dengan kopi yang ada di toko-toko kekinian di sekitar Labuan Bajo, Manggarai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berbeda dengan kopi keliling yang ada di Jakarta, pria yang akrab disapa Om Agus itu berjualan Kopi Tulus Untuk Kamu (TUK) buatan tangannya sendiri. Kopi TUK tidak hanya bisa dibeli dalam kemasan untuk oleh-oleh, tetapi juga bisa diseduh langsung oleh Om Agus di gerobak motor miliknya.

Agus berjualan kopi keliling menggunakan sepeda motor bebek yang sudah dibeli dari hasil tabungan sejak menjadi tour guide leader. Dia menjadi tour guide leader sejak tahun 1989-2020 dan berhenti karena pandemi Covid-19. 

Ketika menjadi tour guide leader, Agus mengaku mendapatkan uang antara Rp500.000-Rp1 juta per hari. Dia kemudian berganti profesi menjadi kuli bangunan dengan penghasilan hanya Rp90.000 per hari. 

Kemudian, setelah menjadi kuli, dia memilih menjadi barista kopi jalanan pada 22 Juli 2020 dengan modal awal Rp200.000.

Keyakinan untuk menjadi barista kopi jalanan itu muncul setelah Agus melakukan sejumlah riset melalui ponsel pintarnya dan mengakses Internet yang cepat di Labuan Bajo.

"Ya saya coba buka-buka Google dan Youtube di handphone saja untuk mencari formula yang pas untuk meracik kopi yang enak, akhirnya ketemu dan cocok," tuturnya kepada Tim Jelajah Sinyal 2022 Bisnis Indonesia, Selasa (8/11).

Selain itu, Agus juga mulai merambah media sosial seperti Instagram untuk memasarkan produk asli buah tangannya tersebut dan menjual produknya di e-commerce Tokopedia dan Shopee untuk dikirim ke luar Provinsi NTT.

Dia juga mengaku bersyukur bisa memanfaatkan Internet untuk berjualan biji kopi maupun bubuk kopi buatannya langsung, sehingga dua dari tiga orang anaknya bisa disekolahkan ke pendidikan S1.

"Saya tuh berharap agar sinyal operator selular itu tetap stabil di sini dan tidak ada gangguan apapun," katanya.

Jika pelancong tengah berlibur ke daerah Labuan Bajo Manggarai Barat NTT dan ingin mencicipi kopi enak racikan om Agus bisa menemuinya di sekitar Pandai Pade, Pantai Plumpang untuk pagi-siang hari. Sorenya om Agus ada di Bukit Sylvia Labuan Bajo.

Editor : Thomas Mola
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro