Bisnis.com, JAKARTA - Debu bukan hanya ada di luar ruangan, namun juga di dalam rumah.
Debu bisa menumpuk di berbagai tempat di rumah, mulai dari lantai, perabotan, hingga permukaan yang jarang tersentuh.
Selain mengganggu estetika, debu juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki alergi atau gangguan pernapasan.
Dampak kesehatan dari berbagai debu dapat mencakup iritasi pada saluran pernafasan, batuk, mengi dan kesulitan bernafas, menurunnya fungsi paru-paru, memperparah asma, PPOK dan kondisi paru kronis lainnya: mengi, batuk, sesak napas dan peningkatan frekuensi dan tingkat keparahan serangan, dan partikel debu juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada orang yang rentan.
Berikut dampak buruk debu bagi kesehatan jika terhirup
1. Alergi
Debu berukuran besar yang masuk hidung bisa langsung menimbulkan refleks batuk dan bersin. Reaksi ini sebenarnya merupakan sistem pertahanan tubuh untuk segera mengeluarkan debu dari saluran napas.
Debu yang terperangkap di dalam hidung juga bisa memicu alergi rinitis (hay fever) dan merangsang timbulnya reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat asing. Akibatnya, muncul gangguan pernapasan seperti batuk, bersin, hidung tersumbat, dan hidung berair.
Selain itu, alergi rinitis bisa menimbulkan gejala seperti mata gatal, merah, dan berair. Gangguan pada pernapasan bisa terus berlangsung selama pasien alergi terpapar debu. Reaksi alergi bisa berhenti ketika pasien menghindari paparan debu atau mengonsumsi obat alergi.
2. Iritasi saluran napas
Debu juga bisa mengiritasi saluran napas atas seperti hidung dan tenggorokan, dan memicu gejala sakit tenggorokan seperti tenggorokan gatal, perih, dan kering.
Paparan debu dalam jangka panjang bisa merusak jaringan di sekitar hidung dan tenggorokan yang meningkatkan produksi dahak di saluran napas atas.
Penumpukkan dahak bisa menghalangi jalan udara sehingga menyebabkan sesak napas.
3. Infeksi saluran pernapasan
Debu halus bisa membawa bakteri, virus, atau jamur yang menybabkan infeksi pernapasan, yang bisa bisa menyebabkan pilek atau flu yang menyerang saluran pernapasan atas.
Partikel debu yang sangat halus juga bisa membawa bakteri, virus, atau jamur tertentu sampai ke saluran pernapasan yang lebih dalam seperti trakea, bronkus, dan paru-paru.
Debu yang lebih halus bahkan bisa melindungi mikroorganisme penyebab infeksi dari sistem penyaringan di saluran napas bawah, yang bisa merusak jaringan yang melindungi saluran napas, dan menyebabkan penumpukan lendir di paru-paru. Kondisi ini bisa mengakibatkan gejala sering sesak napas.
4. Pneumoconiosis
Aktivitas atau pekerjaan yang memungkinkan pekerjanya menghirup debu secara terus-menerus bisa menyebabkan bahaya seperti pneumoconiosis.
Pneumoconiosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru-paru sehingga membuat pasien kesulitan bernapas dan berisiko tinggi mengalami gagal napas.
Debu berasal dari berbagai sumber, seperti serat kain, partikel tanah, serbuk sari, hingga sel kulit mati yang terlepas secara alami. Aktivitas sehari-hari seperti membuka jendela, keluar-masuk rumah, atau sekadar mengibaskan selimut dapat mempercepat penyebaran debu di dalam ruangan.
Karena itu, membersihkan rumah secara rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas udara tetap bersih dan sehat.
Meskipun membersihkan rumah terdengar seperti solusi sederhana, kenyataannya tidak semua metode pembersihan efektif dalam menghilangkan debu secara menyeluruh. Menyapu lantai, misalnya, sering kali hanya memindahkan debu ke udara dan membuatnya kembali mengendap setelah beberapa saat.
Penggunaan kain lap juga tidak selalu efektif, terutama jika tidak dibasahi terlebih dahulu, karena justru dapat menyebarkan debu ke permukaan lain.
Selain metode manual, ada beberapa cara lain yang dapat membantu mengurangi debu di rumah.
Menggunakan penyaring udara atau air purifier dapat menjadi solusi untuk menangkap partikel halus yang beterbangan.
Selain itu, memilih furnitur dengan bahan yang mudah dibersihkan, seperti kayu atau kulit sintetis, juga dapat mengurangi penumpukan debu dibandingkan dengan bahan berbulu atau bertekstur.
Kebiasaan kecil juga dapat berdampak besar dalam mengurangi debu di dalam rumah. Misalnya, mengganti seprai dan gorden secara rutin, membersihkan karpet dengan penyedot debu, serta tidak membiarkan barang-barang menumpuk di ruangan.
Dengan menjaga kebersihan secara konsisten, rumah akan terasa lebih nyaman dan udara lebih segar.
Aristia Chen, CMO Mazuta Group brand Ecovacs dan Tineco Indonesia mengatakan di era modern, teknologi juga berperan besar dalam membantu menjaga kebersihan rumah dari debu. Banyak perangkat pintar yang kini dirancang khusus untuk mempermudah pekerjaan rumah tangga, terutama dalam hal membersihkan lantai dan permukaan lainnya.
"Salah satu produk kami Ecovacs DEEBOT X8 PRO OMNI, yang dilengkapi dengan OZMO Roller untuk meningkatkan efisiensi pembersihan juga bisa digunakan untuk membersihkan debu secara maksimal di dalam rumah," ujarnya dalam pembukaan flagship store terbaru mereka di PIK Avenue, Jakarta Utara.
Pembukaan toko ini menjadi yang kesembilan di Indonesia, melanjutkan konsep gabungan antara Ecovacs dan Tineco seperti gerai-gerai sebelumnya.