Bisnis.com, JAKARTA - Menjaga kesehatan bukan hanya soal makan makanan yang sehat atau tetap aktif, tetapi juga tentang bersikap proaktif dalam perawatan kesehatan Anda.
Di masa sekarang, di mana berbagai penyakit metabolik banyak muncul di kalangan anak muda, pemeriksaan rutin dan skrining pencegahan menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak dini, bahkan sebelum gejalanya muncul.
Baik untuk memantau tekanan darah, memantau kadar kolesterol, atau memperbarui vaksinasi, langkah-langkah sederhana ini dapat melindungi kesehatan jangka panjang Anda.
Bagi perempuan berusia 20-an dan 30-an, usia-usia ini merupakan fondasi bagi kesehatan di masa depan. Dengan menjadikan pemeriksaan rutin sebagai bagian dari perawatan diri, Anda tidak hanya menjaga kesehatan Anda saat ini, tetapi juga berinvestasi untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih percaya diri.
Berikut ini adalah pemeriksaan kesehatan preventif yang wajib diketahui setiap perempuan berusia 20-an dan 30-an
1. Pemeriksaan tekanan darah
Pemantauan tekanan darah sangat penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini, faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
Meskipun dalam keadaan sehat, sebaiknya tetap rutin memeriksakan tekanan darah mereka setiap tiga hingga lima tahun.
Namun, pemeriksaan yang lebih sering diperlukan jika Anda menderita diabetes, penyakit ginjal, kondisi jantung, obesitas, riwayat hipertensi dalam keluarga, atau pernah mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan.
2. Skrining Kanker Payudara
Mammogram rutin umumnya tidak disarankan untuk wanita di bawah usia 40 tahun kecuali terdapat peningkatan risiko, seperti riwayat kanker payudara dalam keluarga atau adanya mutasi genetik seperti BRCA1 atau BRCA2.
Sebaliknya, wanita dalam kelompok usia ini harus mempraktikkan kesadaran diri terhadap payudara, dengan mengamati payudara mereka secara teratur untuk mendeteksi benjolan yang tidak biasa, perubahan ukuran, atau tekstur kulit. Jika terdapat kelainan, segera konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan.
| Baca Juga Pentingnya Medical Check Up Rutin |
|---|
3. Skrining Kanker Serviks
Skrining serviks sebaiknya dimulai pada usia 21 tahun. Wanita berusia antara 21 dan 29 tahun sebaiknya menjalani tes Pap Smear setiap tiga tahun.
Sementara, mereka yang berusia 30 hingga 65 tahun dapat memilih antara tes Pap setiap tiga tahun, tes HPV setiap lima tahun, atau keduanya bersamaan (co-testing) setiap lima tahun.
Wanita yang dirawat karena perubahan prakanker harus melanjutkan skrining selama 20 tahun atau setidaknya hingga usia 65 tahun. Skrining serviks secara teratur tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks.
4. Skrining Kolesterol
Pemeriksaan kolesterol membantu menilai risiko penyakit jantung dan kondisi terkait. Wanita tanpa faktor risiko kardiovaskular yang diketahui harus mulai menjalani tes pada usia 45 tahun, sementara mereka yang mengalami obesitas, diabetes, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga harus mulai menjalani tes pada usia 20 tahun.
Jika hasilnya normal, ulangi tes setiap lima tahun. Tes yang lebih sering mungkin diperlukan jika Anda mengalami kenaikan berat badan, perubahan pola makan, atau mengalami kondisi yang berhubungan dengan jantung.
Menjaga kadar kolesterol yang sehat mendukung kesehatan jantung dan arteri.
5. Skrining Pradiabetes dan Diabetes Tipe 2
Diabetes seringkali berkembang secara perlahan seiring waktu, sehingga deteksi dini menjadi krusial. Skrining harus dimulai pada usia 35 tahun dan diulang setiap tiga tahun untuk wanita yang kelebihan berat badan atau memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, riwayat diabetes dalam keluarga, atau penyakit jantung.
Jika Anda berencana untuk hamil dan berisiko, skrining sebelum konsepsi disarankan. Identifikasi dini memungkinkan penyesuaian gaya hidup dan perawatan medis yang tepat waktu.