Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

JAM CHOPARD VITALIA: Poppy Malah Punya yang Rp 100 Juta-an

Linda Teti Silitonga   -   Selasa, 14 Mei 2013, 10:07 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTAKasus penyitaan sejumlah perhiasan mewah dari perempuan teman tersangka kasus tindak pidana pencucian uang Ahmad Fathanah yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi, menjadi salah satu bukti wanita Indonesia kian menyukai benda mewah.

Bagaimana tidak, terkait Fathanah yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus suap impor sapi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita gelang merek Hermes dan jam tangan Rolex dari Tri Kurnia Rahayu, dengan harga sekitar Rp50-70 juta, dan Rolex bernilai lebih dari Rp10 juta.

Komisi Pemberantasan Korupsi menyita jam tangah mewah buatan Swiss merek Chopard senilai Rp 70 juta dari model majalah dewasa Vitalia Sesha.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Garmen dan Aksesoris Indonesia (APGAI) Poppy Dharsono ketika ditanyakan terkait harga perhiasan bermerek tersebut,  malah bilang harga puluhan juta untuk satu perhiasan mewah belumlah seberapa.

 "Chopard itu berhiaskan berlian,” kata perancang busana, Poppy .

Pemilik label busana Poppy Dharsono yang tinggal di kawasan Pondok Indah tersebut mengatakan dia juga memiliki Chopard dengan harga yang malah ratusan juta rupiah. Namun Poppy enggan menyebutkan angkanya.

Sebagai penggemar jam tangan, Poppy tidak hanya memiliki Chopard sebagai koleksi barang mewahnya, tapi ada merek lainnya seperti Cartier, Omega, Bulgary.

 , misal ketika saya di Paris, mengerti barang. Begitu juga saat naik pesawat kelas satu, misalnya. 'Barang terhormat' ,” kata Poppy. (ltc)

 

 


Editor : Linda Teti Silitonga

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.