Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FESTIVAL FILM: Yuk nonton film Taiwan di BBJ

JAKARTA: Bentara Budaya Jakarta (BBJ) menayangkan  6 film karya sutradara Taiwan Hou Hsiao-Hsien mulai hari ini 18 Mei sampai besok 19 Mei 2012.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  12:34 WIB

JAKARTA: Bentara Budaya Jakarta (BBJ) menayangkan  6 film karya sutradara Taiwan Hou Hsiao-Hsien mulai hari ini 18 Mei sampai besok 19 Mei 2012.

 

Keenam film tersebut adalah adalah “Dust in the Wind”, “Good Men, Good Women”, “Goodbye South, Goodbye”, “Flowers of Shanghai”, “Millenium Mambo”, dan “Three Times”.

 

Film Hou Hsiao  mala mini akan dibahas oleh Pangesti ’Chichi’ Atmadibrata Bernardus, Pemimpin Redaksi majalah Fit, lulusan Sastra Cina Universitas Indonesia yang pernah studi lanjut di Taiwan. Selain menyukai film-film China dan Taiwan, Chichi menulis skenario film dan pernah menjadi koordinator program DAAITV Indonesia.

 

Hou Hsiao-Hsien adalah sutradara Taiwan dari suku Hakka kelahiran provinsi Guangdong daratan China, 8 April 1947.  Dia dan keluarganya melarikan diri dari Perang Saudara China ke Taiwan tahun 1948. Sutradara yang memperoleh penghargaan internasional ini dianggap merupakan figur utama dalam gerakan perfilman New Wave Taiwan.

 

Hou belajar di Akademi Seni Nasional Taiwan. Umumnya Hou membuat film-film drama minimalis yang berlatar kemelut dalam sejarah Taiwan dan China sejak awal abad yang lalu dan memperlihatkan dampanya terhadap pribadi-pribadi dan karakter kelompok-kelompok kecil.

 

Gaya pengambilan gambarnya ditandai dengan shot jarak jauh dengan gerakan kamera yang minimal namun dengan koreografi aktor dan ruang yang rapi.

 

Film-film Hou memperoleh penghargaan di berbagai festival film bergengsi seperti Venezia, Berlin, Hawaii dan Nantes. Enam filmnya dinominasikan untuk Palem Emas di Festival Film Cannes. Hou dipilih sebagai Sutradara Dekade 1990an dalam sebuah polling kritikus film Amerika dan internasional. Kendati demikian, film-filmnya amat jarang terdistribusi di Barat kecuali hanya di lingkungan festival film.  

 

Dalam filmnya “Three Times” (2005) yang menuturkan tiga kisah cinta dengan setting tahun 1911, 1966 dan 2005 memakai aktor-aktris yang sama, merupakan film terakhirnya yang dinominasikan untuk Palem Emas. (arh)

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Herry Suhendra

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top