BUDAYA: Pakar Konservasi Australia Berkunjung Ke Jakarta

Herry Suhendra | 16 Juni 2013 19:16 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Pakar konservasi warisan dari Australia Principal Heritage Architect Bruce Pettman dan Senior Heritage Architect Joy Singh dari Kantor Arsitek Pemerintah di New South Wales berkunjung ke Jakarta untuk berbagi pengetahuan tentang pelestarian dan perlindungan gedung-gedung yang bersejarah tinggi.

Mereka  datang ke Jakarta juga untuk berbagi nasihat teknik dengan para mitra mereka serta para manajer situs warisan Indonesia.

Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, yang didanai oleh Lembaga Australia-Indonesia, kedua arsitek Australia tersebut berkunjung ke gedung-gedung bersejarah di Kota Tua dan membicarakan tantangan-tantangan lingkungan hidup dan tata gedung warisan yang diakibatkan oleh permukaan air yang sangat tinggi, manajemen curah hujan dan polusi.

Pettman and Singh juga menyelenggarakan diskusi meja bundar dan lokakarya dengan para perwakilan dari organisasi-organisasi termasuk Museum Sejarah Jakarta, Museum Bahari, dan Manajemen Kota Tua, Institut Arsitek Indonesia, Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia dan Institut Konservasi Kota Jakarta.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, berujar kunjungan tersebut telah memfasilitasi pertukaran pengalaman dan pengetahuan yang bernilai.

“Kunjungan-kunjungan seperti ini penting untuk semakin mengembangkan hubungan yang erat dan untuk memperluas bidang-bidang pertukaran antara warga Australia dan Indonesia,” ujar Dubes Moriarty dalam siaran persnya, Minggu (16/6).

“Konservasi warisan budaya kita, termasuk warisan arsitektur kita, merupakan salah satu dari banyak bidang di mana warga Australia dan Indonesia bekerja sama,” tambah Moriarty.

Pettman, yang pernah bekerja di Indonesia dalam berbagai kesempatan pada proyek-proyek yang didukung oleh AusHeritage, jaringan layanan warisan budaya Australia, berujar bahwa dia dan Singh telah belajar banyak sebagaimana yang mereka temukan dan sadari bahwa kedua bangsa menghadapi isu-isu konservasi yang serupa.

Pettman dan Singh juga berkunjung ke Borobudur dan sangat terkesan dengan pemeliharaan dan manajemen situs candi Budha kuno ini.

Mereka bertemu dengan manajer program pemeliharaan dan berdiskusi tenteng teknik-teknik yang digunakan dalam memelihara struktur batu monumental tersebut selama 100 tahun terakhir dan pilihan-pilihan untuk perawatan dan perbaikan yang tengah berlangsung.

“Kami merasa bahwa kunjungan tersebut bernilai sangat tinggi bagi kita semua. Hubungan antar-warga merupakan fondasi hubungan yang kukuh dan saya harap hubungan bersebut terus berlangsung hingga masa depan,” ujar Pettman.

“Ini merupakan peluang yang tak ternilai untuk mengembangkan hubungan yang berarti dan kemitraan kolaboratif dengan para tetangga yang mempunyai isu-isu prioritas lingkungan hidup dan perbaikan/pemeliharaan serupa,” tuturnya. 

“Karya yang kita semua lakukan di bidang ini mempunyai dampak positif yang besar pada identitas budaya kita dan untuk ekonomi wisata budaya di kedua negara kita.”

Singh berujar warga Indonesia yang telah mereka temui sangat bersemangat untuk membicarakan tantangan-tantangan konservasi yang mereka hadapi.

“Kami semua bersemangat dengan konservasi warisan dan memiliki isu-isu yang sama – dan sangatlah memuaskan dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para mitra Indonesia kami. Saya sangat senang mendapat kesempatan untuk bertemu dengan mereka yang menjadi masa depan pengembangan warisan, artefak dan konservasi arkeologi di Indonesia,” tuturnya.

Sumber : herry suhendra

Tag : Jakarta, dki, australia, kota tua, pakar konservasi australia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top