Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wayang Juga Bisa Dinikmati dan Dicintai Kalangan Muda

Berbagai cara dilakukan para pecinta wayang agar kesenian tradisional tersebut bisa masuk ke dalam dunia kalangan muda, disukai, dan tetap lestari.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 21 Desember 2013  |  17:47 WIB
Wayang Juga Bisa Dinikmati dan Dicintai Kalangan Muda
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Beragam cara dilakukan para pecinta wayang agar kesenian tradisional tersebut bisa masuk ke dalam dunia kalangan muda, disukai, dan tetap lestari.

Salah satunya dengan mengadakan saraserahan dan pagelaran wayang, dengan mengajak kalangan mahasiwa untuk terlibat di dalamnya, serta menontonnya. 

Seperti yang dilakulan oleh Union Internationale de Marionnette (Unima) Indonesia dalam menyambut  perayaan HUT keempatnya, menyelenggarakan pagelaran Wayang Kampung Sebelah dengan judul Mawas Diri Menakar Berani.

Pagelaran yang diadakan Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta ini, menampilkan dalang Ki Djlitheng Suparman dari Surakarta. Acara tersebut ditonton oleh ratusan mahasiswa dari beberapa universitas yang ada di Jakarta. 

Sebelum pertunjukan wayang, juga diadakan sarasehan, yang menghadirkan komisaris BCA, budayawan, cendikiawan, serta generasi muda. 

Dalam sarasehan yang bertema Mengajak Generasi Muda Mencintai Kebudayaan Tradisional ini, kata T.A. Samodra Sriwidjaja, Presiden Unima Indonesia, pihaknya ingin meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia, khususnya wayang. 

"Krisis wayang terletak pada krisis penontonnya, khususnya generasi muda. Acara ini lahir karena keprihatinan Unima Indonesia, akan minimnya generasi muda yang mengenal dan mencintai wayang," ungkap Samodra di sela-sela sarasehan, Sabtu (21/12/2013).

Dia mengatakani sarasehan dan pertunjukan Wayang Kampung Sebelah itu diharapkan membangkitka keinginan generasi muda untuk mulai mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya Indonesia,

Unima Indonesia adalah bagian dari Unima Internasional, merupakan organisasi bertaraf internasional yang didirikan pada 2009 oleh Senawangi dan Pepadi, organisasi nasional pemerhati perwayangan Indonesia. 

Dia menuturkan Unima Indonesia mempunyai visi, menjadikan wayang Indonesia sebagai sarana dan wahana terwujudnya persahabatan antarbangsa menuju perdamaian dan kesejahteraan dunia. 

Unima Internasional didirikan pada 20 Mei 1929 di Praha, Chekoslovakia, merupakan organisasi internasional budaya tertua di dunia, khususnya yang terkait dengan seni budaya. Saat ini Unima Internasional memiliki 90 anggota, dan berkantor pusat di Charleville, Mezieres, Prancis.

Cyrillus Harinowo, Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk., menuturkan perusahaannya selalu mendukung kegiatan wayang di Indonesia. 

Sebagai bentuk komitmen terhadap wayang Indonesia, Bank BCA mendukung perayaan HUT ke-4 Unima Indonesia. "Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-4 untuk Unima Indonesia. BCA merasa bangga bisa berpartisipasi dalam perayaan organisasi bertaraf internasional dalam bidang seni marionette/puppet ini," ujarnya. 

Menurut dia, BCA mempunyai tujuan yang sama dengan Unima, yaitu ingin memperkenalkan wayang Indonesia kepada masyarakat luas, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tapi juga masyarakat dunia akan potensi, keindahan, dan betapa berharganya wayang sebagai warisan budaya Indonesia.

Dalam acara tersebut juga dipamerkan sejumlah wayang hasil karya mahasiswa, dari kelas pembuatan desain wayang Fakultas Desain Grafis Universitas Multimedia Nusantara, sebagai perwujudan ketertarikan para generasi muda, untuk mendalami budaya tradisional Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wayang
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top