Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inilah Orang Indonesia yang Pertama Mengoleksi Seni

Kolektor seni rupa di Indonesia semakin bergairah menyusul banyaknya seniman berproduksi yang terus dipamerkan setiap waktu. Siapa pertama kali kolektor seni rupa Indonesia.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 16 April 2014  |  14:16 WIB
Inilah Orang Indonesia yang Pertama Mengoleksi Seni
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kolektor seni rupa di Indonesia semakin bergairah menyusul banyaknya seniman berproduksi yang terus dipamerkan setiap waktu. Siapa pertama kali kolektor seni rupa Indonesia.

"Yang pertama kali mengoleksi karya seni di Indonesia adalah Presiden Soekarno. Dari mulai membeli, merawat, menyimpan hingga menguraksi dengan gaya sendiri," kata Syakieb Sungkar, kolektor asal Jakarta pada diskusi Pengalaman Pribadi Mengoleksi Seni Rupa, di Serambi Salihara, Jakarta, Selasa (15/4/2014) malam.

Syakieb mengatakan Soekarno mengoleksi lukisan-lukisan karya seniman Eropa mulai dari pelukis Rudolf Bnnet, Jacob Dooijeward, Antonio Blanco, Walter Spies, Hofker F. Amorsolo dan banyak lagi.

Mantan presiden pertama tersebut, katanya gemar dengan lukisan beraliran realisme dan naturalisme yang mayoritas lukisan tersebut berupa figur wanita, pemandangan alam dan lanskap.

Dia mengatakan Sukarno juga mengoleksi lukisan karya seniman asal Indonesia yang kini banyak disebut sebagai karya old master.

Para pelukis tersebut dikatagorikan sebagai pelukis realis yang membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti S. Sudjojono, Affandi, Agus Djaja, Suromo Darposawego dan lainnya.

"Sampai saat ini lukisan-lukisan karya seniman old master harganya cenderung naik terus," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lukisan
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top