Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Film Animasi 3D Si Unyil Segera Tayang

Modernisasi Unyil juga akan berkembang di media lain seperti dikenalkan di sosial media. PFN menambahkan pihaknya tengah merencanankan bekerja sama dengan stasiun televisi internasional.
Inda Marlina
Inda Marlina - Bisnis.com 17 April 2014  |  19:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah Drs.Suyadi yang sederhana di daerah Petamburan, Jakarta Pusat ramai dikunjungi pewarta berita, Kamis (17/4) siang itu. Di dalam rumahnya tergantung lukisan-lukisan buah tangan ‘ajaib’ Suyadi atau yang lebih dikenal sebagai Pak Raden. Selain pendongeng dan tukang gambar, Pak Raden tentu saja dikenal sebagai pencipta tokoh Si Unyil.  Dia tengah mengumumkan mengenai kebangkitan karakter Si Unyil dengan media penceritaan yang berbeda.

Jauh sebelum ada animasi kisah sehari-hari anak-anak, seperti Upin dan Ipin dari Negeri Jiran, Si Unyil pertama kali dikenalkan di layar kaca pada 1981. Gaya penceritaan Unyil menggunakan boneka wayang dengan ditemani tokoh-tokoh lain seperti Pak Ogah, Usro, Ucrit, Pak Raden, Endut dan Cuplis.

Cerita Si Unyil kental dengan pendidikan moral dan toleransi tetapi cara penceritaanya ringan. Misalnya Unyil menunggu Ucrit yang sedang sembahyang di Gereja karena ingin bermain bersama.

Pada awal penayangannya, Si Unyil diproduksi oleh Pusat Produksi Film Negara (PPFN) dan ditayangkan di sejumlah stasiun televisi seperti TVRI, RCTI, dan TPI. Karakter Unyil juga digunakan oleh salah satu stasiun TV Swasta untuk memperkenalkan anak-anak pada ilmu pengetahuan.

PPFN yang kemudian berganti nama menjadi Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN)  menandatangani kerja sama produksi dan hak keenokonomian karakter Unyil kembali pada 1995. Namun, dalam kurun waktu 1995 hingga sebelum 2014 terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian, terutama mengenai royalti hak kekakayaan intelektual (HAKI) untuk Pak Raden.

Pada 2012, pihak Suyadi dan pihak PFN saat itu mengusahakan perundingan terkait renegosiasi kontrak produksi karakter dalam Si Unyil. Perundingan tersebut akhirnya disepakati setelah kurang lebih 2 tahun.

Suyadi mengharapkan kali ini Si Unyil akan lebih dikenal anak-anak di Indonesia karena akan merambah ke media yang lebih luas. Tawaran perundingan untuk bekerja sama dengan PFN lagi akhirnya diterima Suyadi dengan dasar kecintaannya pada anak-anak.

“Dengan kerja sama ini, anak-anak akan bisa mengenal dan menikmati si Unyil kembali dengan cerita-cerita yang lebih baru,” katanya.

Dwiyanto Prihartono, Kuasa Hukum Suyadi, mengatakan kontrak  terdahulu dengan manajemen PFN yang lama sedikit memberatkan Suyadi dalam memperoleh royalti. Namun, dia mengatakan perjanjian ulang yang disepakati dengan pengurus PFN baru saat ini sangat berbeda.

“Manajemen PFN sekarang cukup fleksibel dan saya bisa mengatakan bahwa kami [pihak Suyadi dan PFN] sudah sepakat,” katanya.

Hak ekonomi pengembangan karakter Unyil oleh PFN disepakati antara kedua belah pihak selama kurang lebih 10 tahun. Dalam kurun waktu itu, PFN berhak untuk mengubah media Si Unyil dan mengembangkan karakter tidak hanya untuk di layar kaca saja.

Waktu 10 tahun dipilih agar PFN memiliki waktu mengelola media yang memungkinkan untuk pengembangan karakter Unyil dan ke-10 karakter lain di dalam cerita si Unyil. Setelah 10 tahun, hal keekonomian karakter Si Unyil dan teman-temannya akan kembali lagi ke Suyadi.

Direktur Utama PFN Shelvy Arifin mengatakan pengembangan Unyil dalam jangka waktu terdekat adalah mengubah karakter tersebut ke dalam bentuk animasi 3D. PFN menargetkan penanyangan animasi 3D pada awal 2015.

“Selain film animasi, kami juga akan merencanakan pengembangan karakter melalui games online,” katanya.

Konsep cerita dalam film yang direncanakan berdurasi 15 menit per episode ini akan menyesuaikan cerita-cerita masa kini. Shelvy mengatakan pihaknya telah melakukan riset terlebih dahulu mengenai sasaran penonton.

Hasil riset tersebut menyatakan bahwa tayangan untuk usia 0-5 tahun biasanya juga disukai oleh orangtuanya. Oleh karena itu, film animasi 3D Unyil mayoritas akan ditujukan untuk anak-anak usia tersebut.

“Film ini akan jadi alternatif tontonan di tengah sedikitnya film-film anak-anak sekarang,” ujarnya.

Modernisasi Unyil juga akan berkembang di media lain seperti dikenalkan di sosial media. PFN menambahkan pihaknya tengah merencanankan bekerja sama dengan stasiun televisi internasional.

Shelvy mengakui percaya diri dan siap menghadapi gempuran animasi-animasi dari luar negeri yang kemungkinan lebih dikenal di Indonesia. Dalam hal ini PFN akan menguatkan dari sisi cerita.

Babak baru Si Unyil akan segera datang dan diharapkan anak-anak Indonesia akan memiliki “tokoh” yang merepresentasikan Indonesia. Meski Unyil Si bukan lagi boneka wayang kelak, setidaknya karakter dari Tukang Gambar Suyadi tidak luntur dan kalah bersaing dengan arus karakter animasi luar negeri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri film nasional
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top