Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Monica Witarsa Juara Pertama Lomba Desain Batik Raja Ampat

Pemerintah tetapkan desain batik karya Monica Witarsa sebagai juara pertama Lomba Desain Batik Raja Ampat, mengalahkan 583 desain karya peserta lainnya.
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 19 Mei 2014  |  20:26 WIB
Monica Witarsa Juara Pertama Lomba Desain Batik Raja Ampat
Karya desain para pemenang Lomba Desain Batik Raja Ampat, diperlihatkan oleh tim juri. - Rahmayulis Saleh

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tetapkan desain batik karya Monica Witarsa sebagai juara pertama Lomba Desain Batik Raja Ampat, mengalahkan 583 desain karya peserta lainnya.

Untuk itu, gadis berusia 19 tahun itu berhak memperoleh hadiah sebesar Rp25 juta.

Sementara itu, juara II diraih oleh Sukirman, 33, dari Sleman, DI Yogyakarta, dan berhak memperoleh hadiah Rp20 juta, serta juara III diraih Tri Utama, 22, dari Jakarta Pusat, dan memperoleh hadiah Rp15 juta.

“Hadiah bagi para pemenang Lomba Desain Batik Raja Ampat ini, akan serahkan pada acara pembukaan Sail Raja Ampat yang akan dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Raja Ampat, Papua, pada 21 Juni 2014,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam, di Jakarta, Senin (19/5/14).

Dipo Alam yang juga pendiri Yayasan Batik Indonesia itu, mengumumkan para pemenang lomba Desain Batik Raja Ampat ini, didampingi  tim juri yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti.

Monica Witarsa adalah seorang pelajar yang berusia 19 tahun asal Surabaya, mengalahkan sebanyak 583 desain yang dikirim peserta lomba tersebut.

Dipo menuturklan Lomba Desain Batik Raja Ampat itu diselenggarakan atas kerjasama Sekretariat Kabinet, Bank BRI, Kemenko Kesra, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, dan Yayasan Batik Indonesia. Kegiatan ini dimulai sejak 17 Maret 2014.

“Saya senang dan bangga. Ada sebanyak  583 desain yang masuk. Itu menunjukkan partisipasi masyarakat yang cukup antusias mengikuti lomba ini,” ungkapnya.

Sebagai pendiri Yayasan Batik Indonesia, Dipo berharap setiap kabupaten memiliki corak batik khas daerah masing-masing, sehingga akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut.

Selain juara 1-3 tersebut, katanya, tim juri juga memilih pemenang karya pavorit, juara harapan 1-3, dan sebanyak 10 orang sebagai pemenang berbakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top