Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tampil Cantik dengan Tas Tenun

Kain tradisional atau kain tenun mulai mencuri perhatian kaum urban. Kain tradisional yang identik dengan pakaian daerah kini sudah mengalami perkembangan. Kain ini tidak semata-mata digunakan dalam pakaian tradisional.
Agnes Savithri
Agnes Savithri - Bisnis.com 15 November 2014  |  23:10 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--Kain tradisional atau kain tenun mulai mencuri perhatian kaum urban. Kain tradisional yang identik dengan pakaian daerah kini sudah mengalami perkembangan. Kain ini tidak semata-mata digunakan dalam pakaian tradisional.
 
Beberapa produk fesyen seperti celena panjang hingga tas mulai bermunculan menggunakan bahan dasar kain tenun. Salah satunya adalah yang diproduksi oleh J,Ikat. Label ini didirikan dua gadis asal Bali yakni Ida Ayu Jayatri Pramesti dan Ida Bagus Nila Chandra.
 
Dua sahabat ini memproduksi berbagai jenis produk fesyen yang menggunakan kain endek. Kain ini merupakan kain tenun tradisional khas Bali. Salah satu produk yang mereka hasilkan adalah tas. Untuk produk tas ini pun tidak terbatas pada satu jenis.
 
Ada beberapa jenis dan model tas yang mereka produksi dari mulai clutch bag, travel bag hingga sling bag. Setiap jenisnya memiliki lagi ragam model. Seperti untuk clutch bag, tersedia jenis tas yang besar dan kecil dan beberapa modifikasi model.
 
Ida Ayu Jayatri menjelaskan kain tenun yang mereka produksi didapatkan langsung dari pengrajinnya. Ada beberapa pengrajin kain tenun di Bali yang mereka ajak kerjasama untuk membuat kain-kain yang nantinya diproduksi menjadi tas dan produk lain oleh Je Ikat.
 
Model-model yang mereka hadirkan terinspirasi dari berbagai sumber. Salah satunya adalah situs media sosial. Dari sanalah mereka bisa melakukan riset pasar, melihat bagaimana kecenderungan konsumen menyukai produk-produk tertentu.
 
Model produk yang kami buat beragam. Pemilihan motif pun dipilih yang bisa masuk ke segmentasi anak muda, tutur Ida Ayu Jayatri.
 
Untuk pemilihan motif, Ida Ayu Jayatri dan rekannya ikut mencari motif apa yang sesuai dengan segmentasi pasar mereka. Tidak jarang mereka ikut menggambar motif-motif kain endek seperti apa yang hendak diproduksi. Dengan menggabungkan bahan kulit dan kain tenun, diharapkan produk ini bisa mewakili gaya kaum urban masa kini.
 
Kami memilih sub-kultur material. Model yang cocok untuk anak muda masa kini namun bisa digunakan sehari-hari. Detail dan kualitas motif dan produk tentunya menjadi hal yang utama, ujar Ida Ayu Jayatri.
 
Hingga kini, baik tas dan produk lainnya J,Ikat dijual online melalui media sosial Intagram, Facebook dan Twitter. Namun animo masyarakat cukup baik. Tidak sedikit pesanan yang datang dari Singapura atau Malaysia. Diharapkan dengan adanya produk ini, kain tenun Indonesia khususnya kain endek Bali semakin dikenal luas dan digunakan oleh banyak orang.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tas
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top