FILOSOFI KOPI THE MOVIE : Saat Penggemar Ikut Meracik Film

Para penggemar itu bisa memilih gaya berpakaian, kendaraan, dan aksesoris yang paling tepat untuk para tokoh. Caranya adalah dengan mengikuti program di sebuah aplikasi khusus untuk smartphone.
Tisyrin Naufalty Tsani | 10 Januari 2015 12:09 WIB
Idenya muncul karena dia sering duduk bersama kru film dan memikirkan bagaimana caranya membuat filmnya beda dari film-film lain. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Rio Dewanto sore itu tampak mengenakan Polo shirt  hitam, kacamata dengan bingkai berbentuk bulat, dan sebuah jam tangan. Jam tangan tersebut katanya akan digunakan saat memerankan tokoh Jody. Jody adalah salah satu tokoh dalam Filosofi Kopi The Movie, sebuah film yang ceritanya mengambil dari buku laris karya Dewi Lestari.

Jam tangan yang digunakan Rio merupakan pilihan dari para penggemar Filosofi Kopi. Penggemar yang sebelumnya telah memiliki imajinasi sendiri pada saat membaca ceritanya dalam buku, rupanya bisa berkontribusi dalam membangun visualisasi Filosofi Kopi.

“Diharapkan supaya penonton nggak kecewa ketika menonton Filosofi Kopi,” kata Rio di Jakarta pada Kamis (8/1/2015).

Para penggemar itu bisa memilih gaya berpakaian, kendaraan, dan aksesoris yang paling tepat untuk para tokoh. Caranya adalah dengan mengikuti program di sebuah aplikasi khusus untuk smartphone.  “Yang terlibat memilih ribuan,” kata salah satu produser Filosofi Kopi The Movie Anggia Kharisma.

Menurutnya, jarang sekali ada proses pembuatan film yang semacam itu. Idenya muncul karena dia sering duduk bersama kru film dan memikirkan bagaimana caranya membuat filmnya beda dari film-film lain.

Benda lain yang dipilih penggemar contohnya adalah Land Rover sebagai kendaraan yang digunakan Jody. Para penggemar memilihnya dengan alasan jenis kendaraan itu sangat cocok digunakan si tokoh berburu kopi ke kebun kopi.

Tak berhenti disitu, para penggemar juga terus dilibatkan untuk berpartisipasi membuat lagu yang akan digunakan sebagai soundtrack film. Dengan begitu, Filosofi Kopi The Movie disebut-sebut sebagai 1st user generated movie di Indonesia. “Yang suka  Filosofi Kopi banyak, jadi diajak racik film bareng-bareng,” katanya.

Larisnya buku Filosofi Kopi juga menjadi salah satu alasan mengapa ceritanya diangkat ke layar lebar.  Anggia mengakui ingin filmnya laku. Dia berkaca pada film-film yang diangkat dari karya Dewi Lestari  terdahulu yang mencatat jumlah penonton di atas 300.000 orang.

Sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko, menegaskan para pembaca buku selalu ingin merasa dekat dengan imajinasinya.

Pelibatan para penggemar dalam pembuatan film, menurutnya, salah satu cara untuk membuat penonton merasa lebih dekat. “Ini salah satu cara walaupun mungkin nggak sempurna,” katanya.

Dia memaparkan bahwa cerita asli yang diambil dari buku Filosofi Kopi terlalu pendek jika dibuat menjadi film. Karena itu, sejak dua tahun lalu cerita tersebut telah dikembangkan agar bisa sesuai dengan durasi film.

KUALITAS  TERBAIK

Film tersebut berkisah tentang persahabatan Ben dan Jody.  Kedua sahabat karib itu membangun kedai bernama Filosofi Kopi.  Tantangan dari seorang pengusaha untuk membuat racikan kopi yang terbaik membuat mereka bertemu dengan El.

Tokoh El ini merupakan ahli  tester kopi yang membawa Ben dan Jody menelusuri kopi terbaik. Film itu juga menyelipkan cerita tentang relasi ayah dan anak, cinta, serta filosofi kopi itu sendiri.

Filosofi Kopi The Movie direncanakan mulai tayang di bioskop pada April 2015. Film ini baru akan mulai proses pengambilan gambar yang direncanakan berlangsung selama 30 hari mulai Minggu (10/1) dengan lokasi di Jakarta dan Bandung. Sebuah kedai kopi sengaja dibangun secara khusus untuk kepentingan film tersebut.

Selain Rio Dewanto, wajah-wajah yang akan menghiasi film itu antara lain Chicco Jerikho sebagai Ben serta Julie Estelle sebagai El.

Menurut Angga, Chicco sengaja belajar meracik kopi, sedangkan Rio mempelajari bisnis kopi. Semua upaya itu dilakukan agar mereka sukses memerankan Ben dan Joddy. Bagaimana rasa film hasil racikan Angga dan rekan-rekannya ini? Tunggu saja tayangannya dibioskop.

Sumber : Bisnis Indonesia, Sabtu (10/1/2015)

Tag : film
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top