Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Tubuh Anak Pendek

Waspada Tubuh Pendek dan Defisiensi Vitamin D pada Anak Bisnis.com, JAKARTA Tubuh pendek di bawah rata-rata(stunting) dan kekurangan vitamin D menjadi dua kasus yang perlu diberikan perhatian besar dalam masa pertumbuhan anak. Pasalnya, kedua hal tersebut menjadi salah satu faktor penghambat tumbuh kembang anak secara optimal.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 23 Januari 2015  |  21:06 WIB
Stunting atau anak bertubuh pendek - rafi.org.ph
Stunting atau anak bertubuh pendek - rafi.org.ph

Bisnis.com, JAKARTA-- Tubuh pendek di bawah rata-rata(stunting) dan kekurangan vitamin D menjadi dua kasus yang perlu diberikan perhatian besar dalam masa pertumbuhan anak. Pasalnya, kedua hal tersebut menjadi salah satu faktor penghambat tumbuh kembang anak secara optimal.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2013, rata-rata 37,2% kasus stunting di 20 provinsi di Indonesia. Data ini juga didukung oleh hasil survei South East Asia Nutritions Surveys (SEANUTS) yang menyatakan sekitar 24,1% anak laki-laki dan 24,3% anak perempuan Indonesia mengalami stunting.

Stunting t tidak hanya pertumbuhan terhambat (balita pendek), tetapi juga ada bahaya mendasar yang harus diwaspadai yaitu terhambatnya perkembangan otak dan kapasitas kognitif anak. Namun, tidak semua anak yang pendek itu stunting,” ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Aman Bhakti Pulungan dalam diskusi cerdas Frisian Flag Indonesia bertajuk Tantangan Pencegahan Stunting dan Pentingnya Peranan Vitamin D dalam Masa Tumbuh Kembang Anak yang Optimal di Jakarta, Jumat (23/01/2014)

Menurutnya, ada indikator yang bisa dipakai untuk deteksi dini stunting pada anak. Pertama, ukuran tinggi, berat badan dan lingkar kepala. Kedua, tinggi duduk anak dan lingkar lengan. Bila hasil pengukuran menunjukkan angka di bawah rata-rata, segeralah konsultasikan anak Anda ke dokter untuk didiagnosi lebih lanjut.

“Pemenuhan vitamin D yang seimbang dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik anak, serta menjaga sistem kekebalan tubuh sehingga mendukung anak dalam melakukan berbagai aktivitas,” ujar peneliti dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia Fitrah Ernawati.

Dia menambahkan, pertumbuhan fisik dan tulang yang optimal tidak hanya diperolah dari intensitas sinar matahari yang diserap tubuh, tetapi juga dari asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dia mencontohkan besarnya kalori yang dibutuhkan untuk anak usia pra-sekolah (4-6 tahun) adalah 1.600 kkal, sedangkan anak usia 7-12 tahun berkisar antara 1.800 hingga 2.200 kkal. (Bisnis.com)

BACA JUGA:

Inilah Sambal Pecal Serbuk

Dian HP Hidupkan Industri Lagu Anak-anak

 

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top