Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Amazon.com Bakal Kirim Barang Lewat Drone?

Amazon.com Inc telah mendapatkan persetujuan dari regulator negara Amerika Serikat (AS) untuk melakukan uji coba pesawat tanpa awak (drone) pengirim barang di luar ruangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Maret 2015  |  12:42 WIB
Amazon.com Bakal Kirim Barang Lewat Drone?
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Amazon.com Inc telah mendapatkan persetujuan dari regulator negara Amerika Serikat (AS) untuk melakukan uji coba pesawat tanpa awak (drone) pengirim barang di luar ruangan. Niat e-commerce tersebut untuk mewujudkan impiannya mengirimkan paket pada konsumen melalui udara, meski pun menghadapi kekhawatiran publik terkait keamanan dan privasi.

Kantor berita Reuters melansir pada Kamis (19/3), Administratur Penerbangan Federal (FAA) mengeluarkan sertifikat percobaan kelaikan terbang untuk bisnis unit Amazon dan prototipe drone, mengijinkan drone terbang di atas lahan pemukiman milik swasta di Negara Bagian Washington. FAA juga mengabulkan pembebasan dari pembatasan penerbangan lain sehingga drone percobaan bisa terbang.

Ijin tersebut adalah sebuah kemenangan bagi Amazon yang berbasis di Seattle, perusahaan e-commerce terbesar di Amerika Serikat. Sertifikat percobaan diaplikasikan hanya untuk drone jenis tertentu dan Amazon harus mendapat sertifikat baru jika mereka melakukan modifikasi atau menerbangkan versi yang berbeda. Hal itu menyulitkan untuk mengadaptasi model dengan cepat di lapangan. Petisi Amazon untuk ijin itu mengindikasi pengujian beberapa perulangan drone di sebuah fasilitas indoor di Seattle.

Amazon diharuskan terbang di bawah 120 meter dan senantiasa mengawasi drone, demikian menurut FAA. Amazon meminta ijin untuk terbang di ketinggian hingga 150 meter. Operator drone harus memiliki sebuah lisensi pilot swasta dan memegang sertifikat medis terkini. Amazon harus menyerahkan data bulanan pada regulator.

Perusahaan itu tidak memberikan respon saat dimintai keterangan, Kepala kebijakan publik Amazon, Paul Misener, dipastikan akan bersaksi pada dengar pendapat di kongres terkait drone Selasa mendatang. Sebagai bagian dari rencana Chief executive Amazon Jeff Bezos untuk mengirimkan paket di bawah program bernama "Prime Air", perusahaan itu sedang mengembangkan drone yang mampu terbang di kecepatan 80 kilo meter per jam, mampu beroperasi sendiri dan memiliki indera serta mampu menghindari objek.

Amazon juga bekerja sama dengan NASA dalam hal sistem manajemen lalu lintas udara untuk drone. Amazon meminta ijin dari FAA untuk pengujian drone di area dekat Seattle di mana salah satu laboratorium riset dan pengembangannya tengah melakukan pengembangan teknologi. Perusahaan telah melakukan tes terbang di luar Amerika Serikat, di negara-negara dengan peraturan yang lebih longgar.

Pada bulan Februari, FAA mengajukan aturan yang lama dinanti untuk mencoba mengatur pedoman untuk drone di Amerika Serikat, merujuk pada kian bertumbuhnya minat baik dari individu maupun perusahaan dalam menggunakan kendaraan udara tak berawak. Rancangan peraturan masih harus melalui komentar publik dan revisi sebelum final, yang diharapkan selesai setidaknya setahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amazon.com

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top