4 Cara Bedakan Workaholic dengan Pekerja Keras

Banyak orang yang kadang bingung dengan istilah workaholic, bahkan tak jarang para pekerja keras pun dianggap workaholic.
Andhina Wulandari | 02 September 2015 14:48 WIB
Ilustrasi - Orkhacreative

Bisnis.com, JAKARTA- Banyak orang yang kadang bingung dengan istilah workaholic, bahkan tak jarang para pekerja keras pun dianggap workaholic.

Sebenarnya istilah workaholic itu berarti Anda menilai lebih pekerjaan dibanding aktivitas lainnya, meski berakibat negatif pada kehidupan sosial, keluarga, hingga kesehatan. Sebaliknya, pekerja keras masih mempunyai waktu luang dengan menikmati aktivitas pekerjaan mereka.

Ketika pekerjaan mengonsumsi kehidupan Anda dan menjadi tidak menyenangkan, Anda pun mulai kehilangan rasa ketertarikan untuk mengerjakan hal lain. Pada akhirnya Anda menjadi kecanduan, bahkan terobsesi dengan pekerjaan.

Namun jangan sampai salah menganggap pekerja keras sama dengan orang workaholic, karena belum tentu sama. Lagipula tidak ada salahnya menjadi orang yang mencintai pekerjaan dan rela memberi usaha ekstra untuk hasil yang maksimal.

Berikut ini adalah beberapa perbedaannya.

1. Pekerja keras menganggap pekerjaan sebuah kewajiban yang menyenangkan dan dibutuhkan. Sementara workaholic memandang pekerjaan sebagai cara untuk menjauhkan diri dari hubungan dan perasaan yang tak diinginkan.

2. Seorang pekerja keras tetap berusaha menyediakan waktu bagi keluarga dan teman, sementara workaholic menganggap pekerjaan lebih penting dari apa pun dalam hidup mereka.

3. Workaholic mendapatkan kegembiraan saat mendapatkan tugas yang mustahil, sedangkan pekerja keras tidak.

4. Pekerja keras dapat mengambil istirahat sejenak, sedangkan workaholic mengganggap istirahat hanya membuang waktu.

Sumber : Careercast/Entrepreneur

Tag : Tips Kerja
Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top