Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menjaga Kesehatan Gigi & Gusi Bisa Cegah Bayi Prematur

Namun, tugas seorang ibu hamil sebenarnya tak hanya mengunyah dan menelan semua makanan bergizi, tetapi juga menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengapa?
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 13 September 2015  |  18:55 WIB
Menjaga Kesehatan Gigi & Gusi Bisa Cegah Bayi Prematur
Bayi prematur. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Para ahli gizi menganjurkan ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar tumbuh kembang janin yang ada dalam rahimnya bisa optimal. Namun, tugas seorang ibu hamil sebenarnya tak hanya mengunyah dan menelan semua makanan bergizi, tetapi juga menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengapa?

Para ahli kesehatan memaparkan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil erat kaitannya dengan asupan nutrisi yang akan diperoleh janin dalam perutnya.

Hasil riset Journal of Periodontology memperlihatkan sebanyak 50%-57% kejadian lahir prematur—berat badan lahir rendah (BBLR)—berkurang dengan cara ibu membersihkan karang gigi dan menjaga kesehatan gusinya.

Selain itu, sebanyak 68% kejadian bayi lahir prematur menurun dengan cara ibu melakukan pengobatan infeksi gigi dan gusi.

Bayi yang lahir prematur dengan berat badan lahir rendah bisa disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dari ibu. Menurut Ginekolog dari Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading Boy Abidin, asupan nutrisi kepada janin bisa terganggu oleh kondisi gigi dan gusi ibu yang bermasalah.

Saat seorang ibu mengunyah, pada dasarnya tubuhnya tengah memulai proses pencernaan makanan. Jika gigi dan gusi bermasalah maka proses mengunyah kurang optimal, yaitu makanan tidak dilumat dengan baik.

Makanan yang seperti itu juga tidak akan diserap dengan baik oleh tubuh ibu, yang ujung-ujungnya nutrisi yang mengalir ke bayi pun tidak maksimal. “Kalau makan dengan terburu-buru juga hasilnya tidak diserap maksimal,” katanya.

Boy menyarankan agar calon ibu memeriksakan kesehatan gigi dan gusi rutin ke dokter gigi sejak awal kehamilan. Kemudian untuk menjaga kesehatan, gunakanlah sikat gigi lembut dan pasta gigi yang sesuai.

Seperti dalam kondisi normal, ibu hamil sebaiknya tidak lupa menggosok gigi minimal dua kali sehari pada saat setelah sarapan dan sebelum tidur.

Ibu hamil tak perlu memikirkan larangan-larangan tidak berdasar yang kerap beredar di masyarakat terkait kesehatan gigi dan gusi. Larangan seperti ibu hamil tidak boleh merawat gigi dan gusi, tidak boleh mencabut gigi, atau tidak boleh memakai pasta gigi hanyalah mitos belaka.

Larangan ibu hamil tidak boleh merawat gigi dan gusi, alasannya takut mengganggu si bayi, padahal kenyataannya perawatan gigi dan gusi harus dilakukan. Rongga mulut adalah jalan masuk kuman, justru jika tidak terawat maka akan mengganggu si bayi.

Mitos selanjutnya yaitu tidak boleh mencabut gigi dengan alasan takut terjadi pendarahan yang tak berhenti. “Padahal tidak apa-apa kok,” katanya.

Sementara itu, mitos terkait larangan menggunakan pasta gigi bagi ibu hamil alasannya mungkin saja terdapat zat berbahaya dalam pasta gigi. Hal ini juga tak perlu dikhawatirkan karena kenyataannya pasta gigi aman untuk ibu hamil.

Yang terpenting, ibu hamil harus benar-benar peduli pada kesehatan rongga mulutnya agar tak terkena masalah. Salah satu masalah yang dapat dialami ibu hamil adalah gusi akan mudah mengalami infeksi, yakni ciri-cirinya gusi mudah mengeluarkan darah, bengkak, serta berwarna merah.

Dokter gigi Ratu Mirah Afifah mengatakan infeksi pada gusi dipicu oleh plak yang menumpuk pada gigi. Plak yang telah mengeras disebut karang gigi. “Pembersihan karang gigi perlu dilakukan sebelum hamil,” kata perempuan yang juga merupakan Head of Professional Relationship Oral Care PT Unilever Indonesia.

Setelah itu, ibu hamil dapat membersihkan karang gigi kembali saat memasuki trisemester kedua dan ketiga kehamilan. Jika infeksi dibiarkan, bakteri akan mudah masuk ke peredaran darah dan memicu keluarnya hormon oksitosin.

Hormon oksitosin mendorong terjadinya kontraksi pada ibu sebelum waktunya sehingga bayi akan lahir prematur. Ingat, jika seorang ibu hamil berhasil menjaga kesehatan gigi dan gusi, dia juga tengah menjaga kondisi bayi di perutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gigi bayi prematur
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top