Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pria Bali Paling Banyak Vasektomi

Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sanjoyo, mengatakan kepesertaan program KB untuk pria dewasa, vasektomi, melonjak setiap tahun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 September 2015  |  06:42 WIB
Pria Bali Paling Banyak Vasektomi
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sanjoyo, mengatakan kepesertaan program KB untuk pria dewasa, vasektomi, melonjak setiap tahun.

Menurut dia, peserta vasektomi secara nasional selalu naik 4-5 persen dari 30 juta pasangan usia subur.

"Total dari pasangan usia subur, harapan kita memang 4 persen ikut vasektomi, yang paling banyak pesertanya Bali, kemudian Yogyakarta dan Jawa Timur," ujarnya usai menghadiri Hari Keluarga Nasional ke-22 di Banjarmasin, Senin (21/9/2015).

Dikatakan, antusiasme pria ikut vasektomi cukup efektif menekan angka kelahiran bayi di Indonesia. Sebab, peserta vasektomi tidak bisa lagi membuahi indung telur. Lewat vasektomi, kata dia, kaum pria turut berkontribusi dalam hal kesetaraan gender untuk menekan angka kelahiran.

"Tidak hanya wanita saja yang pakai alat kontrasepsi. Kami terus dekati tokoh-tokoh masyarakat," katanya tanpa menyebutkan angka detail jumlah kepesertaan vasektomi secara nasional.

Untuk Kalimantan Selatan, peserta vasektomi di tahun 2014 sebanyak 360 pria. Pada tahun ini, kata Sanjoyo, Kalimantan Selatan menargetkan kenaikan peserta vasektomi hingga 400 pria.

Di Kalimantan Selatan, peserta vasektomi banyak tersebar di kabupaten Hulu Sungai Utara, Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.

"Angka Kelahiran Total (TFR) 2,3 per anak. Jadi semasa hidupnya wanita usia 15-49 tahun ini punya 2,3 anak, rata-rata punya dua anak. Saya lihat baik, karena target nasional 2,1, hampir mendekati," ujar Sanjoyo.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan, Ngadimun, mengatakan pihaknya telah menginternalisasi pengetahuan KB sejak usia sekolah, namun tidak masuk kurikulum pendidikan.

"Paling relevan untuk KB melalui pembelajaran IPS karena ada kependudukan," kata Ngadimun.

Dia yakin cara ini jitu untuk mereduksi angka pernikahan dini. Dia berharap semakin banyak anak-anak sekolah yang kian paham soal pernikahan dan pentingnya keluarga kecil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkkbn vasektomi

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top