Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Buruk Hobi Pamer Foto Anak di Medsos

Namun, tak banyak orangtua yang menyadari bahwa terlalu sering narsis dengan memajang foto anak atau foto keluarga di medsos berpotensi membawa dampak negatif terhadap psikologis si kecil?
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 27 Desember 2015  |  07:32 WIB
Dampak Buruk Hobi Pamer Foto Anak di Medsos
Ilustrasi: Anak bermain gadget

Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini, semakin banyak orangtua yang gemar mengunggah foto anaknya di media sosial (medsos). Perilaku suka menggunakan foto anak di medsos yang dikenal dengan istilah narsis itu telah menjadi kebiasaan baru para orangtua di era digital.

Kebiasaan mengunggah foto anak di media sosial bahkan, kerap kali berlangsung semenjak buah hati masih di dalam kandungan. Banyak orangtua yang selalu melakukan update foto narsis selama proses kehamilan, hingg bayi mereka lahir, dan tumbuh menjadi anak-anak.

Namun, tak banyak orangtua yang menyadari bahwa terlalu sering narsis dengan memajang foto anak atau foto keluarga di medsos berpotensi membawa dampak negatif terhadap psikologis si kecil?

Psikolog Klinis Rosdiana Setyaningrum menjelaskan kebanyakan orangtua pada era digital yang terbiasa dengan gadget dan medsos merasa ‘terlalu peduli’ dengan pandangan orang lain terhadap citra keluarganya.

Akibatnya, mereka sibuk melakukan pencitraan di medsos dengan memasang foto anaknya, yang tak jarang sudah didandani terlebih dahulu. Setiap aktivitas anak terdokumentasikan di akun medsos ortunya, baik di Path , Instagram, Facebook , Twitter, dan sebagainya.

Menurut psikolog yang akrab disapa Diana tersebut, pencitraan dengan mengunggah foto anak lantas menjadi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Kebanyakan orangtua tidak menyadari hal tersebut dapat menimbulkan tekanan sosial terhadap si buah hati.

Di sela-sela diskusi Tantangan Pola Pikir Orang Tua Milenial terhadap Pola Pengasuhan Anak di Indonesia, Diana menambahkan narsis foto anak yang kebablasan kerap menimbulkan kompetisi yang tidak sehat.

“Mengunggah foto anak atau keluarga tidak masalah dilakukan sesekali. Namun, banyak ortu yang sampai kebablasan melakukan pencitraan. Ada yang sampai melarang anaknya berfoto dengan [anak lain] karena follower -nya sudah banyak. Ini menjadi semacam persaingan.”

Di sisi lain, dia menilai banyak orangtua yang kecanduan gadget dan medsos, serta malas menggali informasi apakah kegemaran narsis dengan foto anak berdampak positif bagi tumbuh kembang buah hati.

Selain itu, banyak pula orangtua yang malas belajar tentang pola pengasuhan yang tepat karena merasa terlalu percaya diri dan sudah mampu mendidik anak sesuai keinginan mereka.

“Cobalah lebih rendah hati dan mau untuk belajar. Kalau ada [fenomena atau tren] apapun, usahakan untuk dikulik lebih mendalam [dampaknya terhadap tumbuh kembang anak]. Misalnya, saat hendak mengunggah foto anak di sosmed, tidak ada salahnya jika ortu lebih dulu mencari informasi, baik melalui buku atau internet, soal dampak positif dan negatifnya.”

Menurut dia, alangkah lebih baiknya bila orangtua menggunakan internet untuk menggali informasi tentang pola asuh yang baik, pemenuhan gizi anak, atau mendidik anak yang baik, ketimbang mengunggah foto-foto anak secara terus-menerus.

“Mencari informasi harus seimbang. Orangtua harus mengetahui apakah tindakannya benar atau salah. Atau, mencari tahu sampai sejauh mana batasan [mengunggah foto anak di medsos] dikatakan masih normal,” lanjutnya.

Ketimbang melakukan pencitraan terhadap anak dan keluarganya di medsos, tentu lebih baik bila orangtua fokus pada prestasi riil anak dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai pencitraan di medsos tidak seimbang dengan kondisi nyata si kecil.

Selain itu, dengan mengurangi kebiasaan pamer foto anak atau keluarga di medsos, para orangtua dapat lebih jeli menelaah kondisi dan situasi serta realita yang terjadi pada kehidupan sehari-hari.

Jangan sampai kebiasaan hari ini yang dilakukan untuk mendapatkan pujian atau citra positif di dunia maya malah berbalik menjadi hal yang merugikan bagi anak-anak pada saat mereka beranjak besar. Lebih bijaklah dalam menyikapi tren gaya hidup di sekitar Anda!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Medsos
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top