Lula Kamal Mulai Beralih ke Investasi Syariah

Lula Kamal ternyata tidak hanya dikenal terampil sebagai pelakon, presenter, dan dokter. Namun, dia juga dikenal sangat pandai dalam berinvestasi dan menabung.
Diena Lestari | 10 Januari 2016 04:15 WIB
Lula Kamal. - twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Lula Kamal ternyata tidak hanya dikenal terampil sebagai pelakon, presenter, dan dokter. Namun, dia juga dikenal sangat pandai dalam berinvestasi dan menabung. “Dalam keluarga, saya memang dikenal paling pandai dalam menabung dan investasi. Hasilnya, di usia 25 tahun, saya sudah bisa membeli mobil dari tabungan sendiri,” ujarnya.

Dia mengatakan hampir seluruh tabungan berasal dari bank syariah. Semua ini, tidak lepas dari keputusannya dan suami yang sejak tiga tahun lalu untuk memindahkan dana dari tabungan konvensional ke tabungan syariah.

Dia mengatakan syariah yang menggunakan prinsip bagi hasil dirasakan pas untuknya. “Saya juga perlu menyampaikan bahwa nasabah syariah tidak hanya dari umat muslim saja. Di tempat saya tinggal, justru nasabah banyak dari warga keturunan dan nonmuslim,” ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini dia meletakkan seluruh tabungannya untuk dikelola di Bank Syariah Mandiri dan di produk Woman One iB, Maybank yang dulu dikenal dengan nama BII. “Saya terbiasa membuat pos-pos pengeluaran, termasuk untuk dana darurat dan asuransi kesehatan karena masuk rumah sakit mahalnya minta ampun. Semuanya dapat disiapkan dari dua bank tersebut,” ujar Lula.

Ternyata produk-produk di bank syariah menyediakan insturmen yang sesuai dengna kebutuhan saya. Bahkan, kartu kredit dari bank syariah juga sudah dapat diterima di banyak negara.

Oleh karena itu, tambahnya, dia sudah tidak merasa perlu lagi menggunakan produk dari bank konvensional. “Dengan demikian saya sudah tidak perlu lagi repot membawa banyak kartu dari beragam bank. Saya ingin syariah karena kembali lagi pola bagi hasil itu lebih baik,” tuturnya.

Menyoal investasi, Lula mengaku lebih banyak membeli tanah di tempat-tempat yang strategis. Menurutnya, investasi berupa tanah lebih cocok dibandingkan dengan emas murni. Mengingat, harga emas murni juga rentan fluktuasi, dibandingkan dengan harga tanah yang cenderung naik. “Prinsipnya adalah menyiapkan payung sebelum hujan,” ujarnya sembari tersenyum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
syariah, artis

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (10/1/2016)

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top