Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lukisan Karya Perupa Indonesia Semakin Diburu

Lukisan karya seniman Indonesia semakin menjadi barang buruan bagi para kolektor mancanegara. Salah satu balai lelang seni terbesar Indonesia, Masterpiece, menyadari hal tersebut dan berencana menjajaki Hong Kong untuk mempromosikan karya seni perupa Tanah Air.
Tisyrin Naufalty Tsani
Tisyrin Naufalty Tsani - Bisnis.com 30 Januari 2016  |  19:15 WIB
Pameran lukisan "The Sense" - Bisnis.com/Natalia Indah
Pameran lukisan "The Sense" - Bisnis.com/Natalia Indah

Bisnis.com, JAKARTA - Lukisan karya seniman Indonesia semakin menjadi barang buruan bagi para kolektor mancanegara. Salah satu balai lelang seni terbesar Indonesia, Masterpiece, menyadari hal tersebut dan berencana menjajaki Hong Kong untuk mempromosikan karya seni perupa Tanah Air.

Manajer Balai Lelang Masterpiece Dwi Rahayu mengatakan seiring dengan adanya gerakan-gerakan dari pemerintah yang tengah menggalakan industri kreatif, Masterpiece juga akan menyelenggarakan lelang perdana lukisan karya anak bangsa di Hong Kong tahun ini.

“Selain lelang, kami juga akan coba mengikutkan karya para perupa Indonesia ke pameran besar di sana,” katanya belum lama ini.

Dia mengatakan, tak sedikit kolektor mancanegara yang menyukai karya lukisan dari seniman Indonesia. Mereka berpendapat bahwa karya-karya dari Indonesia bagus dan masih tergolong murah. Kolektor yang menaruh minat pada lukisan-lukisan asal Indonesia misalnya kolektor asal negara tetangga Malaysia.

Lukisan-lukisan asal Indonesia terlihat menarik dimata kolektor Malaysia karena ada perbedaan dengan lukisan-lukisan asal Malaysia. Lukisan karya perupa Malaysia lebih bersifat dekoratif atau abstrak, sedangkan lukisan karya perupa Indonesia lebih variatif jenisnya.

Sebelum Hong Kong, Masterpiece memang telah menyelenggarakan lelang lukisan karya perupa Indonesia di Malaysia sejak 2013 dan Singapura sejak 2008. Saat ini, Masterpice rutin menyelenggarakan lelang lukisan sebanyak dua kali sebulan di Jakarta dan tiga kali setahun di Singapura dan Malaysia.

Untuk Hong Kong, pada tahun pertama ini dia mengatakan Masterpiece mematok target untuk dapat menyelenggarakan hingga dua kali lelang selama 2016. Untuk lelang perdana nanti, Masterpiece akan membawa sejumlah lukisan yang terdiri dari lukisan karya seniman Asia (Jepang, China) dan Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam dan lainnya), sebanyak 40% diantaranya adalah lukisan karya seniman Indonesia.

Lelang perdana Masterpiece di Hongkong akan berlangsung 26 Maret 2016 di Renaissance Harbour View Hotel, Concord Room dengan tema Asian & Southeast Asian Modern & Contemporary Fine Art Auction.

Sebelumnya, karya akan dipamerkan empat hari pada 22-25 Maret 2016 di BNI Hong Kong Gallery, Ground Floor, Harcourt Road, Far East Finance Center. Konsulat Jenderal RI untuk Hong Kong akan membuka acara inagurasi lelang Masterpiece pada malam VIP night yang akan diselenggarakan pada 24 Maret 2016.

Menurutnya, Masterpiece menyasar Hong Kong karena negara tersebut adalah pusat bisnis Indonesia dan merupakan pasar terbesar di dunia seni. Di Hong Kong, para kolektor seluruh dunia berkumpul.

Masterpiece masuk ke Hong Kong untuk mempermudah pada kolektor mancanegara mendapatkan karya para perupa Indonesia. Sebelumnya, balai lelang besar dunia juga sudah berdiri di Hong Kong yaitu Christies dan Sothebys.

Masterpiece sendiri telah melakukan kegiatan lelang di Jakarta sejak 2003. Di Indonesia sempat bermunculan balai lelang saat adanya boom lukisan contemporer pada 2008, tetapi seiring berjalannya waktu banyak pula balai lelang yang tak bertahan lama.

Masterpiece memiliki tiga jenis lelang yaitu Treasures, Heritage dan Masterpiece. Balai lelang ini menawarkan karya perupa maestro modern art seperti Hendra Gunawan, Affandi, dan S. Soedjojono. Selain itu ada pula karya perupa contemporer yaitu Budi Ubrux, Heri Dono, M. Irfan serta nama-nama lainnya. Tak lupa, balai lelang ini juga menawarkan karya para pelukis muda yang memiliki potensi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lukisan
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top