Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peneliti Temukan Bakteri Mematikan dalam Tempo 24 Jam

Para peneliti dari Griffith University dan Bond University menemukan bakteri yang sangat infeksius. Bakteri ini mematikan korbannya dalam waktu sehari atau 24 jam.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 08 Juli 2016  |  09:41 WIB
Para peneliti dari Griffith University dan Bond University menemukan bakteri Burkholderia pseudomallei - News.com.au
Para peneliti dari Griffith University dan Bond University menemukan bakteri Burkholderia pseudomallei - News.com.au

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti dari Griffith University dan Bond University menemukan bakteri yang sangat infeksius. Bakteri ini  mematikan korbannya dalam waktu sehari atau 24 jam.

Dikutip dari News.com, au, Jumat (8/7/2016), bakteri patogenik itu adalah Burkholderia pseudomallei. Bakteri ini ditemukan di Australia Utara, dan menyebabkan kematian 89.000 orang setahun.

Infeksi bakteri ini tak disadari korbannya, namun sehari kemudian korban meninggal. Bakteri mematikan tersebut, menurut peneliti, umumnya ditemukan di tanah di kawasan Australia Utara, seperti Darwin saat musim hujan.

Oleh karena itu, perlu diwaspadai tanah, lumpur, dan air tanah, serta tanah yang ditiup angin.

Pada tahun 2014, Northern Territory’s Centre for Disease Control mengeluarkan peringatan kepada warga untuk melakukan pencegahan infeksi Burkholderia pseudomallei. Pada saat itu, ditemukan 6 orang terinfeksi dan satu diantaranya meninggal.

Pada tahun 2013, ditemukan 66 kasus infeksi Burkholderia pseudomallei di kawasan Australia Utara.

“Saat musim kemarau, bakteri ini hidup di dalam tanah, tetapi saat musim kemarau, bakteri-bakteri itu berada di atas permukaan tanah, dan berisiko menginfeksi manusia yang berada di atas tanah,” ujar Kepala the Centre for Disease Control Dr Vicki Karuse pada tahun 2014.

Vicki menjelaskan, bakteri itu masuk ke tubuh melalui luka pada tubuh, kemudian menyerang tubuh. Tapi, bakteri mematikan ini juga bisa masuk ke tubuh ketika seseorang menghirup udara yang mengandung tanah dibawa angin.

1 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bakteri
Sumber : News.com.au
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top