Perlukah Foto Postwedding? Ini Saran Konsultan Pernikahan

Dewasa ini semakin banyak pasangan yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa fotografer profesional khusus untuk mengabadikan momen bulan madu mereka setelah menikah. Tren ini menjadikan fotografi postwedding semakin laris manis.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 20 Agustus 2016  |  12:00 WIB
Perlukah Foto Postwedding? Ini Saran Konsultan Pernikahan
Gaun pengantin rancangan Sebastian Gunawan - instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Dewasa ini semakin banyak pasangan yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa fotografer profesional khusus untuk mengabadikan momen bulan madu mereka setelah menikah. Tren ini menjadikan fotografi postwedding semakin laris manis.

Tren tersebut banyak dilakukan di kalangan selebritas dan sosialita. Namun, mulai banyak juga pasangan dari kelas menengah yang sengaja menyediakan dana khusus untuk sesi foto postwedding.

Banyak dari mereka yang mensubstitusi sebagian dana untuk resepsi pernikahan dengan foto postwedding. Biaya yang besar untuk memboyong fotografer profesional pada saat berbulan madu tidak lagi dipertimbangkan sebagai beban bagi mereka.

Namun, apakah menghabiskan biaya mahal untuk foto postwedding memiliki manfaat bagi pernikahan atau kehidupan rumah tangga? Atau, jangan-jangan hal tersebut hanya merupakan gaya hidup pemborosan sejak awal pernikahan?

Konsultan pernikahan Indra Noveldy dari www.konsultanpernikahan.com berpendapat menghabiskan uang untuk mengikuti tren foto postweddingboleh-boleh saja, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keberlangsungan rumah tangga. Apa saja itu? Berikut penuturannya:

Sebenarnya apakah ada manfaat dari tren foto postwedding?

Kalau saya lihat sebenarnya tren ini lebih ke arah pemborosan pada awal pernikahan. Kalau foto postweddingberarti kecenderungannya dilakukan tidak lama setelah pernikahan, padahal periode tersebut adalah masa-masa kritis.

Periode setelah menikah sebaiknya digunakan untuk membahas sesuatu yang lebih fundamental untuk rumah tangga. Banyak hal yang perlu diperhatikan, apalagi setelah energi terkuras untuk menjalani prosesi pernikahan.

Setelah resepsi adalah saat-saat yang cukup kritis, apalagi bagi orang Indonesia yang suka heboh kalau berbicara soal urusan pernikahan. Acara pernikahan melibatkan persiapan yang panjang, stress tinggi, dan belum lagi banyak hal-hal yang berjalan tidak sesuai rencana.

Kondisi tersebut sangat rentan bagi pasangan muda yang baru menikah. Konflik bisa saja terjadi. Menurut saya, alangkah baiknya kalau setelah menikah, pasangan tersebut duduk bareng untuk ngobrol ketimbang melakukan kegiatan yang sifatnya pemborosan. Misalnya saja, membahas soal visi dan misi rumah tangga mereka. Apakah mereka sudah sama-sama mengetahui ke mana arah pernikahannya.

Jadi, apakah foto postweddingdengan fotografer profesional tidak disarankan?

Pada dasarnya, banyak pasangan muda yang mengira bahwa bulan madu hanya untuk bersenang-senang saja. Faktanya, banyak klien yang justru bermasalah saat bulan madu. Potensi konflik bisa terjadi saat bulan madu. Misalnya, si suami inginnya istirahat karena sudah lelah dengan prosesi pernikahan. Sementara itu, istrinya justru ingin berpetulang. Saat bulan madu banyak penyesuaian yang harus dilakukan, apalagi jika pasangan tersebut berbeda kebiasaan.

Nah, lebih baik setelah resepsi, sebuah pasangan benar-benar mulai berpikir dewasa. Buatlah momentum bulan madu untuk memperkuat bonding. Banyak pasangan yang setelah bulan madu malah menjadi tidak dekat. Jadi, gunakanlah waktu bulan madu sebaik mungkin untuk membangun ikatan dengan pasangan. Jangan hanya mementingkan apa yang terlihat saja [melalui dokumentasi saat bulan madu].

Apa sebenarnya yang memicu tren foto postwedding di kalangan pasangan baru saat ini?

Tren ini muncul karena ada kehausan untuk mempertontonkan image atau pencitraan. Saya melihat banyak sekali pasangan yang memamerkan foto di media sosial, yang seolah menunjukkan betapa bahagianya mereka. Padahal, ternyata mereka sudah bermasalah sejak lama. Jadi, seakan-akan pencitraan itu menjadi hal yang luar biasa penting bagi pasangan zaman sekarang.

Nah, daripada kita berusaha terlihat bahagia dan harmonis lewat foto, kenapa tidak benar-benar merasa bahagia yang sebenarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
postwedding

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top