Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengapa Maskara Bikin Bersin?

Bulu mata tebal dapat langsung membuat Anda terlihat lebih hidup dan bermata cerah. Jika tidak mempunyai waktu memakai bulu mata palsu, Anda bisa membuatnya jadi lebih tebal dengan menggunakan maskara. Tapi, setelah mengolesinya pada bulu mata, beberapa orang mengalami bersin. Apa sebabnya?
JIBI
JIBI - Bisnis.com 12 September 2016  |  10:28 WIB
Maskara - Cultnoise
Maskara - Cultnoise

Bisnis.com, JAKARTA - Bulu mata tebal dapat langsung membuat Anda terlihat lebih hidup dan bermata cerah. Jika tidak mempunyai waktu memakai bulu mata palsu, Anda bisa membuatnya jadi lebih tebal dengan menggunakan maskara. Tapi, setelah mengolesinya pada bulu mata, beberapa orang mengalami bersin. Apa sebabnya?

“Ada berbagai hal yang bisa memicu bersin, seperti, virus, alergen atau iritasi,” jelas dr. Purvi Parikh dikutip dari laman Self.

 Pada akar di mana bulu mata terhubung ke kelopak mata, ada serabut saraf yang merupakan bagian dari trigeminal dan syaraf mata.

Saraf trigeminal ini memberikan sensasi untuk wajah dan kontrol fungsi motorik seperti mengunyah, menggigit, tersenyum, dan bersin. Saraf trigeminal menyentuh titik seperti kulit kepala, lidah, telinga, dan hidung. Cabang ophthalmic dari saraf ini secara khusus difokuskan pada daerah mata, hidung, dan alis. 

“Ketika mata atau kelopak mata disentuh oleh benda apapun, saraf mengirimkan pesan ini ke otak dan merangsang seseorang untuk merasakan dan bereaksi terhadap sensasi itu,” kata optometrist Andrea P. Thau.

Tubuh akan merespons dengan reaksi yang sepadan seperti gerakan, robek, atau berkedip.

Jadi setiap kali Anda menggoyangkan tongkat maskara bolak-balik pada akar bulu mata akan merangsang saraf-saraf mata. Bahkan dengan tegas memegang penjepit bulu mata terhadap otot-otot dapat memicu bersin. 

“Apapun yang menyentuh wajah Anda dapat merangsang saraf ini,” kata Parikh.

Hal senada juga diungkapkan Thau, bahwa tergantung pada kepekaan tutup dan saraf trigeminal. Beberapa sensasi dapat memicu bersin, dan refleks bersin dapat memberitahu tubuh untuk kontrak otot-termasuk kelopak mata. Bagian ujung bulu mata bagian rambut tanpa banyak detektor sensorik. Tapi di dekat akar, di mana ada saraf sensasi terdeteksi.

Kadang-kadang bersin adalah reaksi alergi yang serius.

 “Sebuah bersin bisa menjadi reaksi iritasi untuk beberapa orang,” kata Parikh.

Jika berasal dari maskara, disebut sebagai dermatitis kontak atau alergi kontak. Tandanya terdapat ruam di sekitar mata Anda dan kelopak mata. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bersin

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top