Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peserta JKN Capai 66,11% per Oktober 2016

Kementerian Kesehatan optimistis dengan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional hingga Oktober 2016 yang telah mencapai 66,11% dari total jumlah penduduk di Indonesia bakal memacu pihaknya untuk memperbaiki sarana prasarana.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  17:31 WIB
Ilustrasi: Jumlah fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan per 23 Oktober 2015. - Bisnis
Ilustrasi: Jumlah fasilitas kesehatan BPJS Kesehatan per 23 Oktober 2015. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan optimistis dengan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional hingga Oktober 2016 yang telah mencapai 66,11% dari total jumlah penduduk di Indonesia bakal memacu pihaknya untuk memperbaiki sarana prasarana.

Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, sampai dengan Oktober 2016 tercatat jumlah peserta JKN sebesar 169,5 juta jiwa atau kurang lebih 66,11% dari total penduduk tahun 2016 sebesar 256,5 juta jiwa.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan dengan adanya penambahan cakupan kepesertaan ini harus diikuti dengan pemenuhan supply side baik sarana prasarana maupun SDM kesehatan.

“Perkembangan lain yang cukup menggembirakan semakin banyak fasilitas kesehatan yang ikut dalam program JKN. Data dari BPJS Kesehatan sampai Oktober 2016 menunjukkan jumlah fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan untuk melayanani peserta JKN berjumlah 25.828 fasilitas kesehatan,” paparnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis.com, Senin (24/10/2016).

Dia merinci failitas kesehatan yang telah mendukung program JKN terdiri dari 20.531 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.001 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), 2.047 Apotek, 956 Optika dan 256 Laboratorium.

Sampai dengan Januari 2016, pelayanan penyakit katastrofik di era JKN menghabiskan biaya klaim sebesar Rp74,3 miliar dengan pemanfaatan tertinggi pada penderita penyakit jantung yang mencapai  905.223 penderita dan biaya klaim sebesar Rp6,9 triliun.

Berikutnya kasus kanker sebesar Rp1,8 triliun dan kasus stroke sebesar Rp1,5 triliun. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs kesehatan jkn
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top