Tips Ampuh Bikin Anak Gemuk

Hampir semua orang tua berharap anaknya gemuk dan sehat. Namun tidak semua anak bertubuh gemuk.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 April 2017  |  11:25 WIB
Tips Ampuh Bikin Anak Gemuk
Ilustrasi makan anak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- Hampir semua orang tua berharap anaknya gemuk dan sehat. Namun tidak semua anak bertubuh gemuk.

Meskipun jumlah anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan semakin bertambah, ada juga anak-anak perlu meningkatkan berat badan demi kesehatannya. Hanya saja, caranya tidak semudah membiarkan anak-anak mengonsumsi makanan nirnutrisi (junk food).

Sebaliknya, pendekatan terbaik untuk meningkatkan berat badan anak terdiri atas kombinasi perubahan pola makan, pemilihan makanan kaya nutrisi berkalori tinggi, dan "menyelipkan" kalori ekstra ke dalam makanan. Namun, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika Anda menduga anak mengalami kekurangan berat badan.

Cari tahu penyebabnya

Sama seperti sebagian orang dewasa, beberapa anak memiliki tubuh yang ramping secara alami serta sulit meningkatkan berat badan. Namun, Anda sebaiknya mencari tahu penyebab anak sulit meningkatkan berat badannya.

Anak-anak memang dikenal "pemilih" dalam hal makanan. Namun, jika anak Anda tampak tidak nafsu makan, hal ini mungkin menandakan adanya masalah medis atau psikologis. Masalah hormon atau metabolisme seperti diabetes atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif terkadang menghambat peningkatan berat badan.

Masalah saluran cerna atau masalah lainnya mungkin membuat anak merasa tidak nyaman saat makan. Alergi makanan yang tidak terdiagnosis juga mungkin berperan dalam hal ini.

Beberapa obat-obatan dapat menurunkan nafsu makan. Jadi, pertimbangkan kemungkinan ini jika anak Anda menggunakan obat tertentu.

Sayangnya, anak-anak praremaja sekalipun juga bisa mengalami gangguan makan akibat faktor-faktor tertentu seperti tekanan dari sebayanya.
Anak Anda juga mungkin banyak beraktivitas sehingga tubuhnya membakar lebih banyak kalori dibandingkan yang dikonsumsinya.

Konsultasikan dengan dokter anak

Jika kesehatan anak Anda diperiksakan secara teratur, dokter anak mungkin akan menginformasikan bahwa peningkatan berat badan diperlukan demi kesehatan anak. Namun, jika Anda mengkhawatirkan berat badan anak, jangan ragu membahas masalah ini dengan dokter.

Seperti telah dijelaskan, intoleransi atau alergi terhadap makanan, masalah saluran cerna, dan beragam masalah kesehatan lain dapat menyebabkan anak kekurangan berat badan. Dokter anak dapat membantu Anda mendiagnosis dan mengatasi masalah tersebut.

Meskipun sebagian besar masalah ini dapat diatasi dengan melakukan perubahan di rumah, saran dari dokter akan selalu bermanfaat.

Ikuti anjuran khusus bagi bayi

Perawatan bagi bayi yang perlu meningkatkan berat badan tentu berbeda dengan balita. Untungnya masalah ini jarang disebabkan oleh hal serius. Penyebab bayi kekurangan berat badan pada umumnya adalah teknik menyusui, produksi ASI, atau masalah pada saluran cernanya.

Selalu konsultasikan dengan dokter jika khawatir bayi Anda mengalami kekurangan berat badan. Dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan bagi bayi, atau merujuk Anda ke konselor laktasi (untuk mengamati teknik menyusui Anda), atau dokter spesialis pencernaan anak.

Perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi bayi secara khusus. Namun, perawatan ini mungkin meliputi: pemberian susu formula sebagai suplemen ASI (jika produksinya kurang), membiarkan bayi menyusu selama dan sesering yang ia inginkan (tidak terjadwal secara khusus), mengganti merek susu formula (dalam kasus intoleransi atau alergi, atau meningkatkan kandungan kalorinya), atau memperkenalkan makanan padat lebih dini sebelum usia 6 bulan seperti umumnya. Terkadang, obat asam lambung juga mungkin diresepkan oleh dokter.

Peningkatan berat badan di usia dini sangat penting bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Jadi, kekurangan berat badan anak harus selalu ditangani dengan perawatan medis yang tepat. Peningkatan berat badan di bawah rata-rata nyaris selalu bisa diatasi dan tidak berdampak panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
parenting

Sumber : Wikihow

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top