Ini Penyebab Wanita Butuh Tidur Lebih Lama Dibanding Pria

Menurut riset, wanita membutuhkan tidur lebih lama dibanding pria. Mengapa?
Nancy Junita | 14 Mei 2017 22:51 WIB
Wanita membutuhkan tidur lebih lama dibanding pria - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Menurut riset, wanita membutuhkan tidur lebih lama dibanding pria. Mengapa?

Dikutip dari Boldsky.com, setidaknya wanita butuh 20 menit untuk tidur ekstra daripada pria. Agar pulih dari stres, maka wania perlu tidur lebih banyak.

Sesungguhnya, berapa lama tidur yang dibutuhan tubuh? Setidaknya 7 hingga 9 jam sehari untuk wanita berusia sekitar 26 tahun hingga 64 tahun. Kaum remaja butuh tidur 9 jam hingga 10 jam sehari.

Berikut alasan mengapa wanita butuh tidur lebih lama dibanding pria:

Alasan # 1 Periset mengatakan bahwa wanita membutuhkan lebih banyak tidur karena mereka menghabiskan banyak energi dari sisi mental pada siang hari. Karena wanita cenderung melakukan banyak tugas, sehingga memerlukan banyak energi mental. Untuk memulihkan mental, maka wanita mungkin membutuhkan lebih banyak tidur.

Alasan # 2 Menopause adalah alasan lain. Keringat pada malam hari, perasaan panas, dan gejala tertentu lainnya akibat menopause bisa merusak kualitas tidur.

Alasan # 3 Bahkan selama masa remaja, masalah tidur bisa terjadi. Segera setelah siklus menstruasi pertama dimulai, perubahan mood dan perubahan hormonal bisa mengurangi kualitas tidur.

Alasan # 4 Sebagian besar wanita di dunia sekarang ini jarang mendapatkan kualitas tidur yang baik karena berbagai alasan. Ini antara lain bisa terjadi pada fase kehidupan tertentu atau perubahan biologis tertentu, sehingga kualitas tidur kadang kala bisa berkurang. Dan beberapa wanita yang mengalami stres seringkali tidak bisa tidur nyenyak.

Alasan # 5 Wanita yang menderita fibromyalgia dan depresi, juga menderita masalah tidur. Beberapa masalah ginekuler seperti sindrom poly-cystic-ovarian juga merusak kualitas tidur.

Alasan # 6 Beberapa penelitian mengklaim bahwa wanita berisiko tinggi menderita sindrom kaki gelisah. Kelainan ini merusak kualitas tidur yang besar.

Alasan # 7 Bahkan kehamilan bisa mempengaruhi kualitas tidur. Perubahan emosional dan fisik yang terjadi setelah hamil bisa berdampak pada tidur. Bahkan faktor seperti kaki kram kaki dan dorongan untuk buang air kecil berkali-kali pada malam hari juga bisa mengganggu tidur yang damai selama kehamilan.

Alasan # 8 Satu studi mengklaim bahwa wanita yang kurang tidur berisiko menderita diabetes tipe 2, masalah kardiovaskular dan bahkan kecemasan.

 

Tag : tidur
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top