RESENSI: Kisah Inspiratif COO Facebook

Sebagai manusia, kita harus mau menerima kenyataan bahwa kehidupan tidak selamanya diselimuti awan cerah dan kebahagiaan. Ada masa-masa cobaan berat datang menguji ketahanan manusia.\n\n
Wike Dita Herlinda | 21 Mei 2017 15:28 WIB
Sheryl Sandberg dan Adam Grant - amazon.com/Matt Albiani

Judul : Option B: Facing Adversity, Building Resilience, and Finding Joy

Penulis : Sheryl Sandberg, Adam M. Grant

Penerbit : Penguin Random House

Tebal : 240 halaman

Cetakan : Pertama, April 2017

ISBN-13 : 978-152-473-268-4

ISBN-10 : 152-473-268-0

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai manusia, kita harus mau menerima kenyataan bahwa kehidupan tidak selamanya diselimuti awan cerah dan kebahagiaan. Ada masa-masa cobaan berat datang menguji ketahanan manusia.

Sayangnya, tidak semua orang mampu bertahan dan tetap tegar dalam melalui saat-saat terberat dalam hidup mereka. Banyak yang ‘kalah’ dan terpuruk di dalam perang melawan ujian hidup.

Untuk menjadi individu yang tegar, tak jarang kita membutuhkan inspirasi dari pihak lain. Oleh karena itu, tidak ada salahnya melirik buku Option B yang ditulis Sheryl Sandberg dan Adam M. Grant.

Di dalam buku laris yang menduduki posisi jawara dalam daftar New York Times Best Sellers itu, keduanya menorehkan narasi-narasi inspiratif dan menggugah seputar bagaimana membangun ketegaran untuk melanjutkan hidup setelah diterpa cobaan berat.

Buku ini menjadi menarik karena ditulis dua orang yang cukup high profile. Sheryl adalah Chief Operating Officer (COO) Facebook, Inc., sedangkan Adam merupakan profesor psikologi kenamaan dari Wharton School of the University of Pennsylvania.

Narasi dalam buku ini dilatarbelakangi pengalaman pribadi Sheryl yang suaminya, Dave Goldberg, meninggal secara mendadak. Sheryl menemukan suaminya ambruk akibat serangan jantung di lantai gym.

Seketika dia merasa kehidupannya dan anak-anaknya tidak akan pernah bahagia lagi. Di dalam buku ini, dia membagi perasaannya yang benar-benar diliputi duka mendalam akibat kejadian tersebut.

“Aku merasakan kekosongan. Kekosongan yang memenuhi jantung dan paru-paruku dan membuatku susah berpikir, atau bahkan bernapas,” tulis Sheryl. Dia mengaku saat ditinggal orang yang paling berharga, hidupnya seolah-olah turut berakhir.

Beruntung, dia memiliki teman seperti Adam. Sebagai psikolog, Adam memberi saran-saran kepada Sheryl tentang strategi-strategi yang bisa dilakukan agar seseorang bisa kembali pulih dan bangkit dari keterpurukan.

“Kita semua terlahir dengan tingkat ketahanan [psikis] yang pasti. Daya tahan itu ibarat otot yang bisa dilatih untuk semakin dikuatkan,” tulis Adam.

Sebagai buku inspirasi, Option B membeberkan sudut pandang personal dari kaca mata Sheryl yang digabungkan dengan pendekatan ilmiah Adam tentang membangun kekuatan psikologis manusia.

Buku ini tidak sekadar mengulas kepedihan Sheryl akibat ditinggal pergi suaminya, tetapi menawarkan perspektif yang luas mengenai langkah-langkah mengatasi kepahitan hidup, seperti kehilangan pekerjaan, kekerasan seksual, sakit, bencana alam, atau tragedi perang.

Buku ini bagaikan kumpulan catatan perjuangan manusia untuk kembali menemukan kebahagiaan. Bahkan, pembaca akan dimotivasi untuk semakin menghargai hidup setelah berhasil mengatasi problematika.

Dengan melatih ketahanan psikis; kita akan mampu menolong orang lain yang sedang mengalami kemalangan, membangun keluarga yang tegar, mengasuh anak-anak yang kuat, serta menghidupkan komunitas dan lingkungan yang positif.

Pelajaran-pelajaran hidup yang dipaparkan di dalam buku ini juga bisa diaplikasikan untuk kehidupan sehari-hari agar kita bisa mencari ‘opsi B’ saat ‘opsi A ’tidak berjalan dengan baik.

“Aku menginginkan Dave. Namun, opsi A itu tidak mungkin, jadi aku akan membuat opsi B.” 

Tag : resensi buku
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top