Olah Tubuh Saat Berpuasa

Tetap sehat selama bulan Ramadan tentu menjadi harapan banyak orang. Selain menjaga kebutuhan gizi dan asupan nutrisi, langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan tetap berolahraga.
Rezza Aji Pratama | 27 Mei 2017 15:19 WIB
Bugar berolahraga - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Tetap sehat selama bulan Ramadan tentu menjadi harapan banyak orang. Selain menjaga kebutuhan gizi dan asupan nutrisi, langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan tetap berolahraga.

Kendati demikian, perubahan pola makan saat berpuasa tentu membuat olahraga di bulan suci menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak bijak menyiasatinya, bukan tidak mungkin olahraga justru akan berdampak buruk bagi kesehatan terutama bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Lantas bagaimana caranya berlahraga di bulan Ramadan tanpa membawa dampak buruk bagi tubuh? National Fitness Training Manager Fitness First Indonesia, dokter Alia Basalamah, mengatakan waktu terbaik untuk berolahraga adalah 30-60 menit sebelum buka puasa dan 60 menit setelah buka puasa, untuk membantu mempermudah rehidrasi.

Olahraga penting dilakukan karena masyarakat cenderung menjalani pola hidup yang kurang tepat selama bulan puasa. Setelah berpuasa selama kurang lebih 13 jam, kebanyakan orang Indonesia memilih untuk mengkonsumsi segala jenis makanan, terutama yang berkadar gula tinggi dalam jumlah banyak yang juga disertai dengan berkurangnya waktu tidur. Hal tersebut dapat menyebabkan penurunan konsentrasi yang mengganggu kegiatan sehari-hari termasuk kegiatan beribadah.

“Umumnya, kita memiliki waktu tidur selama 8 jam dan bangun untuk aktivitas sehari-hari selama 16 jam. Namun, selama bulan Ramadan, terjadi beberapa perubahan waktu tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat empat pembagian waktu selama bulan Ramadan di Indonesia, yaitu 13 jam antara sahur dan buka puasa, tiga jam antara buka puasa dan makan malam, tiga jam antara makan malam dan tidur, serta lima jam untuk tidur.

Ia pun memberikan tips tahapan fitnes yang perlu dilakukan selama empat minggu berpuasa. Tahap pertama adalah ketahanan stabilisasi. Ini adalah latihan untuk memperbaiki postural tubuh. Tujuan dari latihan ini agar tubuh terbiasa memiliki kontrol gerak yang lebih baik saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Tahap ke-2 adalah latihan adaptasi otot untuk menjaga dan meningkatkan koordinasi tubuh melalui gerakan yang melatih tubuh untuk bergerak ke segala arah. Tahap ke-3 adalah total body tension untul menjaga dan meningkatkan koordinasi tubuh melalui gerakan yang melatih tubuh untuk bergerak ke segala arah. Adapun tahap keempat adalah aktivasi otot inti. Pada tahap akhir ini, intensitas latihan akan berkurang dan berfokus untuk mengaktifkan kekuatan otot inti. Program latihan yang sudah disiapkan ini dapat dilakukan di mana saja.
Guna membantu memberikan panduan latihan seperti apa yang harus dilakukan, pihak Fitness First Indonesia pun meluncurkan aplikasi yang bisa didownload oleh para penggunanya.
Sementara itu, dokter spesialis olahraga Andi Kurniawan mengatakan meskipun diperbolehkan berolahraga saat berpuasa, durasi yang dilakukan tidak boleh terlalu lama.

Olahraga apapun diperbolehkan asal tidak terlalu berat. Andi menuturkan pada prinsipnya olahraga saat berpuasa harus mewaspadari bahaya dehidrasi. Ini bisa ditandai dengan rasa haus, pusing, tidak fokus, badan gemetar, hingga pingsan jika terlalu parah.

Setelah berolahraga, tubuh juga tidak boleh langsung diberikan asupan makanan berat. Idealnya, tubuh diberikan air minum atau camilan ringan. “Setidaknya tunggu 1 jam setelah olahraga baru bisa makanan yang mengandung karbohidrat tinggi,” ujarnya.

Tag : Puasa, olahraga
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top