Film Jailangkung Pakai Mantra Baru

Tak hanya menjanjikan kisah berbeda, film Jailangkung terbaru produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures juga menggunakan mantra berbeda. Jika sebelumnnya menggunakan kalimat Datang tak diundang, pulang tak diantar, kali ini mantra yang digunakan adalah Datang gendong, pulang bopong.
Ramdha Mawaddha | 30 Mei 2017 22:30 WIB
Ilustrasi film Jailangkung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tak hanya menjanjikan kisah berbeda, film Jailangkung terbaru produksi Screenplay Films dan Legacy Pictures juga menggunakan mantra berbeda. Jika sebelumnnya menggunakan kalimat ‘Datang tak diundang, pulang tak diantar’, kali ini mantra yang digunakan adalah ‘Datang gendong, pulang bopong.

Sang sutradara, Jose Poernomo mengatakan jika perubahan mantra ini memiliki latar belakang tersendiri. Pada  2003, setelah film pertama Jelangkung rilis, Jose didatangi banyak orang yang berasal dari keluarga keraton dan gelar kebangsawanan lainnya. Salah satu yang menemui Jose ternyata memiliki cerita spesifik.

“Katanya mantra sebelumnya adalah hasil revisi. Supaya main jelangkung tidak perlu nganterin pulang. Jadi mantranya diamankan, karena pulang sendiri. Dulunya sebelum revisi, mantranya adalah datang gendong, pulang bopong,” kata Jose dalam konferensi peluncuran trailer film di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).

Mantra ini pun terbukti ampuh dan disaksikan langsung oleh Jose kala itu. Untuk kali pertama, Jose mengaku melihat jelangkung bergerak sendiri dan tidak ada orang yang pegang. Mantra inilah yang terus terngiang di ingatan Jose, dan menginspirasinya menggunakan mantra ini.

Dalam ritual sesungguhnya, arwah akan menjawab kehadirannya dalam berbagai cara. Boneka bisa bergetar dan lebih berat. Bisa juga boneka lagsung bergerak. Selanjutnya, pertanyaan dari pemanggil akan menentukan jawaban sang arwah.

Dalam permainan jelangkung, berkomunikasi dengan arwah Nampak mudah. Faktanya, tak ada yang sederhana bila berkaitan dengan dunia arwah. Termasuk cerita yang dihadirkan pada trailer film ini. Bahwa nyawa menjadi harga yang harus dibayar menjadi fakta yang dapat terjadi.

Bagi anda yang penasaran, dapat menyaksikan film ini di bioskop pada 25 Juni 2017, bertepatan dengan Hari Lebaran.

Tag : film indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top