Mengintip Kapal Mewah Baru Milik Ritz-Carlton

Jika hotel sekelas Ritz Carlton memiliki fasilitas yang luar biasa mewah di berbagai gedung yang tersebar di dunia, lalu, apa jadinya jika Ritz Carlton memboyong kemewahan tersebut ke sebuah kapal pesiar?
Nindya Aldila | 28 Juni 2017 19:54 WIB
Kapal pesiar baru milik Ritz/Carlton yang didesain oleh Fredrik Johansson (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTA -  Jika hotel sekelas Ritz Carlton memiliki fasilitas yang luar biasa mewah di berbagai gedung yang tersebar di dunia, lalu, apa jadinya jika Ritz Carlton memboyong kemewahan tersebut ke sebuah kapal pesiar?

Dikutip dari Bloomberg, pada pekan lalu, Marriott International Inc. mengumumkan telah melebarkan sayap bisnisnya ke sektor perjalanan wisata kelas atas yang tak lain adalah kapal pesiar.

Sebagai koleksi terbaru Yacht Ritz-Carlton, merek hotel bintang lima ini akan meluncurkan tiga kapal kecil super mewah dengan konsep terbuka yang luas yang dapat memberikan pengalaman pelayaran tradisional. Kapal perdananya, akan keluar dari galangan kapal pada akhir 2019, dengan jadwal pemesanan pada Mei mendatang .

“Kami harus mendiversifikasi bisnis kami. Sektor pelayaran telah naik hingga 8,5% setiap tahunnya sejak 1981. Dengan permintaan setinggi itu, banyak kapal baru dengan fasilitas ultra premium,” kata Chief Executive Ritz-Carlton Hervé Humler.

Bahkan, dia mencatat ada sekitar 400.000 tamu Ritz-Carlton merupakan wisatawan pelayar. Dia hanya memerlukan sekitar 12.000 penumpang setiap tahunnya untuk mencapai keuntungan.

Kendati sudah banyak pemain berpengalaman seperti Crystal Cruises, Seabourn, Silversea, dan Regent Seven Seas, dia tetap yakin dengan keunggulan berupa privasi dan fleksibilitas yang telah direncakannya sejak 12 tahun silam akan bisa bersaing.

Pemilik sekaligus Direktur Eksekutif Tillberg Design of Sweden Fredrik Johansson mengatakan kapal Ritz-Carlton merupakan proyek yang sangat menarik. Untuk itu, dia terinspirasi dari superyatch sekelas Azzam, Eclipse, dan Nauta.

“Kami ingin membuatnya terlihat  ramping, panjang, dan elegan. Kebanyakan kapal di pelabuhan terlihat sama, tapi yang satu ini tidak. Saya berusaha menampilkan efek Maserati sehingga semua orang melihat betapa menawannya kapal ini,” kata Fredrik.

Kapal dengan panjang 190 meter ini dapat melayani sekitar 298 penumpang dengan 149 kamar. Menurutnya, kapal ini merupakan tempat di mana penumpang tidak perlu mengantre karena tidak akan ada keramaian dan gangguan. Yang ada hanya pemandangan yang indah bagi tamu terhormat.

Ruang publik yang diciptakan dalam istana di atas laut ini di antaranya adalah bar, kasino, penthouse terbuka, dek kapal yang langsung bisa tersambung ke laut, dan fasilitas lainnya yang dapat memanjakan. Ruang menginap yang dilengkapi beranda dengan plafon yang tinggi tak lagi disebut sebagai stateroom, melainkan suite.

Managing Director Ritz-Carlton Yacht Collection Douglas Prothero mengatakan bahwa perjalanan kapal pesiarnya akan lebih banyak didominasi pada perjalanan darat. Makanan lokal, para seniman, dan pemandu wisata akan menjadi penyaji dalam perjalanan para wisatawan premium ini.

Ketika kapal lain banyak menuju Antartika maupun negara Skandinavia, Ritz-Carlton lebih memilih berlayar ke Mediterania, Karibia, dan Negara Bagian Amerika seperti New England. Menurutnya, lebih baik turun dipelabuhan St. Tropez ketimbang harus berlabuh di pelabuhan ramai seperti Marseilles agar kapalnya yang tidak terlalu besar ini bisa melewati Pulau Mykonos, Portofino, dan Saint-Barthélemy. 

Untuk penjelajahan pertama, kapal ini akan berlayar ke Karibia, New England, dan Eropa mulai akhir 2019. Adapun pada awal 2021 kapal kedua akan mulai berlayar ke rute yang sama. Kapal ketiga akan mulai perjalanannya pada 2022 ke Selatan Pasifik.

Tag : kapal pesiar, ritz carlton
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top