Main Film Jailangkung, Ini Cerita Lukman Sardi!

Malang melintang di industri perfilman Tanah Air, aktor sekaligus sutradara Lukman Sardi kali ini bermain film yang beraliran horor. Lelaki kelahiran 14 Juli 1971 ini terlibat sebagai aktor dalam film terbaru, Jailangkung.
Ramdha Mawaddha | 28 Juni 2017 06:21 WIB
Lukman Sardi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Malang melintang di industri perfilman Tanah Air, aktor sekaligus sutradara Lukman Sardi kali ini bermain film yang beraliran horor. Lelaki kelahiran 14 Juli 1971 ini terlibat sebagai aktor dalam film terbaru, Jailangkung.

Film yang disutradarai oleh Jose Poernomo dan Rizal Mantovani ini, Lukman memerankan sosok Ferdi, ayah dengan tiga orang anak perempuan.

Lukman mengatakan, pertama kali bermain film horor membuat dirinya banyak menemukan pengalaman baru. Termasuk dengan lokasi pengambilan gambar yang berbeda-beda. “Terutama untuk lokasi, lumayan banyak, Jakarta, Sentul, Depok, Purwokerto bahkan sampai Bali dan NTB [Nusa Tenggara Barat],” katanya beberapa waktu lalu.

Tak hanya soal lokasi, di film yang sedang tayang di bioskop ini membuat Lukman banyak mengeksplorasi diri. “Untuk sebuah film horor banyak eksplorasi yang harus saya munculkan yang mungkin beda dengan film drama,” jelasnya.

Lukman menceritakan, pertama kali ditawari memerankan sosok Ferdi, dia merasa pas dengan karakter dan menyukai cerita di film ini. “Jadi saya memang suka cerita dan karekternya, bukan karena genre-nya,” katanya.

Di film ini, Lukman juga mengaku mencari tantangan baru. Terutama ilmu baru dari dua sutradara Rizal Mantovani dan Jose Pernomo yang dikenal begitu andal dalam membuat film horor.

Meski film ini horor, Lukman mengaku tidak memiliki rasa takut akan terjadi sesuatu saat proses produksi. Terbukti, Lukman mengatakan tidak pernah mengalami kejadian aneh di lokasi pengambilan gambar.

“Saya tidak mengalami hal-hal aneh. Apa gue gak peka atau bagaiman, tapi saya tidak menemukan hal yang macam-macam,” tuturnya.

Justru yang menjadi tantangan bagi Lukman adalah ketahanan fisik, mengingat waktu pengambilan gambar yang didominasi sore hingga pagi hari. “Karena film horor jadi banyak adegan malam ke pagi dan itu perlu fisik sehat dan kuat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
film indonesia

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top